Dokter Hewan Bakal Awasi Pemotongan Hewan

2enam.com, Mamuju : Pengelola Rumah Potong Hewan (RPH) Mamuju, Jalal mengaku, proses pemotongan hewan di tempatnya belum terlalu ramai. Hanya sekitar satu atau dua ekor saja sapi yang dipotong di RPH.

“Kalau tata cara pemotongan sapi seperti biasa. Di sini tidak ada dokter hewan yang memeriksa sapinya,” kata Jalal. Senin 30 Mei

Selama ini, dia mengaku, tidak ada dokter hewan yang memeriksa hewan sebelum dipotong.

“Maaf saja dokter hewan jangan marah kepada saya, tapi memang kenyataannya tidak ada,” ungkapnya.

Termasuk pihak dari dinas peternakan yang memantau. Tidak pernah sama sekali.

“Kalau ada sapi yang kita potong saja. Kita potong subuh hari, sekitar jam 3 subuh. Biayanya itu retribusi yang masuk ke daerah. Per ekor Rp 25 ribu,” ujarnya.

Salah satu dokter hewan di Mamuju, drh. Amri mengatakan, Sulbar masih bebas penyakit kuku dan mulut, sehingga proses pemotongannya setiap saat diawasi saat menjelang idul adha.

“Pertama kita lakukan pemeriksaan fisik. Kita lihat apakah ada gejala PMK. Kalau tidak ada silakan dipotong. Setelah dipotong kita periksa organnya,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya juga memperketat karantina hewan selama 14 hari di instalasi karantina hewan.

“Kalau ada didapat langsung dikarantina. Kita beri pengobatan. Obatnya tergantung dia punya gejala klinis,” ujarnya.

M4R10

Komentar