oleh

Vaksinasi Guru Demi Pendidikan yang Sehat dan Aman

2enam.com, Mamuju : Setelah melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan pelayanan publik serta lansia, Pemkab Mamuju juga terus menggenjot vaksinasi Covid-19 terhadap seluruh tenaga pendidik di Mamuju.

Vaksinasi terhadap seluruh tenaga pendidik tersebut dimaksudkan agar proses belajar mengajar aman dari penularan Covid-19. Apalagi Mamuju di tahun ajaran baru ini bakal kembali menerapkan pembelajaran tatap muka. Sebab, belakangan, belajar daring dinilai tidak begitu efektif.

Pembelajaran tatap muka juga dilakukan mengingat persentase penularan covid-19 di Mamuju berdasarkan kajian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Mamuju berangsur menurun. Bahkan, hingga saat ini Mamuju sudah dikategorikan masuk zona hijau.

Gebrakan vaksinasi bagi tenaga pendidik juga sudah dimulai sejak pertengahan Mei 2021. Dilaunching langsung Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, di SMP Negeri 2 Mamuju. Setidaknya ada 3.000 tenaga pendidik yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Mamuju mengikuti program vaksinasi tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju yang merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis vaksinasi menggandeng RS Bhayangkara Polda Sulbar.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju berharap para tenaga pendidik dapat menjalani vaksinasi dengan baik untuk pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan Juli 2021 mendatang.

Setidaknya sebanyak 2.802 tenaga pendidik termasuk PNS dan tenaga kontrak akan menjalani vaksinasi yang terbagi pada tingkat PAUD sebanyak 1.023 guru, SD sebanyak 1.182 orang, dan SMP 597 guru.

“Target di awal berfokus di kota, lalu menyusul ke kecamatan. Target kita 90 persen hingga akhir Mei ini,” ujar Kepala Disdikpora Mamuju, Murniani.

Murniani mengatakan, tenaga pendidik tidak diizinkan mengikuti pembelajaran tatap muka sebelum mereka menerima vaksin Covid-19. Bukan tanpa alasan, Pemkab Mamuju terutama Disdikpora Mamuju, tak ingin ada klaster penularan Covid-19 saat pembelajaran tatap muka dilaksanakan.

Pandemi Covid-19 yang belum juga lenyap dari muka bumi memang membutuhkan penangan khusus. Berbagai upaya pun sudah dilakukan pemerintah untuk menghambat penyebaran virus. Upaya terakhir adalah melalui program vaksinasi.

Vaksin itu merupakan hal yang penting karena memiliki banyak manfaat, yaitu melindungi orang yang divaksin, mengurangi mortalitas, mencegah kematian, mencegah manusia menjadi sumber penyebaran virus. Vaksinasi pada akhirnya diharapkan dapat memotong penyebaran penyakit covid-19.

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, menyebutkan program vaksinasi seharusnya dimanfaatkan warga agar bisa ikut menekan laju penularan covid-19 di Mamuju.

“Meskipun Mamuju berstatus zona hijau penyebaran virus corona, namun risiko penularan masih sangat terbuka. Lewat kesempatan ini saya mengajak kita semua, mari ki lakukan vaksinasi. Karena yang mau divaksin hanya orang sehat, dan yang telah divaksin pasti orang yang keren,” sebut Sutinah.

Maka dari itu, penerapan protokol Kesehatan akan sangat relevan bukan saja bagi mereka yang belum divaksinasi, tetapi juga bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi.

Sutinah juga meminta agar warga tidak terpengaruh dengan berita foaks yang mengatakan vaksin Covid-19 itu tidak baik bagi tubuh. Problematika yang disebut infodemi. Penyalahgunaan informasi ini jamak ditemukan dalam bentuk hoaks atau bentuk-bentuk penyalahgunaan informasi lainnya.

“Ayo ikut vaksin, jangan percaya hoaks,” tutup Sutinah

m4r10

Komentar