oleh

TNI POLRI Dan PNS di Harapkan Tidak Gunakan Gas Elpiji 3 kg

-Mamuju-67 views

2enam.com, Mamuju : Dinas Perdagangan kabupaten Mamuju menanggapi keresahan masyarakat saat ini terkait dengan adanya Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Mamuju. mendapatkan informasi tersebut dalam hal ini Disdag melakukan sidak ke sejumlah pangkalan gas elpiji di kabupaten Mamuju.

Untuk menangani hal tersebut terus terjadi,Dinas perdagangan kabupaten Mamuju melaksanakan sosialisasi penggunaan dan pengawasan distribusi gas elpiji 3 kg bersubsidi.dalam kegiatan itu juga di rangkaian dengan penyerahan harga eceran tertinggi (HET) gas 3 kg bersubsidi di wilayah kabupaten Mamuju.

Kepala dinas perdagangan kabupaten Mamuju Imelda Pababari mengatakan,sebagai pemerintah mengumpulkan pihak Pertamina dan agen pemerintah setempat seperti Camat, Danramil diundang untuk menyelesaikan secara bersama yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita telah menemukan titik terang yang diharapkan masyarakat kecil(miskin)dan telah mendapatkan respon dari bupati Mamuju bahwa HET yang pertamina inginkan itu sudah ada,”kata Imelda Pababari,Selasa(18/7/2020).

Masih kata Imelda, dengan adanya HET maka tidak akan ada lagi harga di atas HET tersebut.kami telah bisa mengkucilkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg.

“Itu kami juga sudah mendapatkan surat edaran Bupati Mamuju bahwa kalau boleh kalangan PNS,TNI, POLRI tidak boleh lagi menggunakan gas elpiji 3 kg,” ungkapnya.

Dari harga yang di tentukan dalam HET bervariasi karena dilihat dari tinjauan enam puluh kilo dan jarak.seperti perbatasan yang ada di kecamatan Tapalang naik sekitar Rp.20.000 untuk di pangkalan berbeda dengan kota Mamuju yang berharga Rp.18.000.

“Itu harga untuk pangkalan untuk pengecer kami tidak mencampuri tetapi kami tetap menghimbau agar lebih banyak kepada masyarakat miskin yang membutuhkan dari pada ke pengecer,”ujar Kadisdag Mamuju.

Ia menambahkan saat ini para pengecer mulai kesulitan untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg karena telah di batasi.

“Kami telah telah batasi wilayah untuk melakukan pengambilan.tidak boleh kelurahan lain masuk ke wilayah tersebut untuk mengambil,”tambahnya.

Sementara itu Ardicho Rahman Fatonny Sales Branch Manager IV Sultengbar wilayah Sulawesi Barat mengatakan,ketidak tertiban penjualan tabung gas elpigi 3 kg berdasarkan harga eceran tertinggi (HET).

Dengan peningkatan HET itu dilakukan untuk menghindari pangkalan untuk terlalu banyak menjual ke pengecer.

“Sehingga jika nanti terjadi kelangkaan harga di pengecer mungkin sudah tidak terlalu tinggi akibat sudah mendapatkan marjin dari HET yang baru ini,”tutur Ardicho.

Saat ini dua ribu hingga tiga ribu tabung yang di tambahkan per kecamatan.

“Kalau sebelumnya kan Rp. 15.900 itu ada yang penambahan 2.000 dan 3.000 dari harga sebelumnya masing masing-masing zona berbeda,”tandasnya.

(MRz)

Komentar