oleh

TNI AD Balik Kanan ke Satuan Masing-Masing

2enam.com, Mamuju : Personel TNI AD yang tergabung dalam Satgas Penanganan Bencana Gempa Bumi di Mamuju-Malinda ditarik kembali ke satuan masing-masing. Acara pelepasan itu dilakukan di Mako Lanal Mamuju, Sabtu 13 Maret.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, mengatakan, pelepasan atau pengembalian satgas yang sudah bertugas di Sulbar selama dua bulan terakhir.

“Jumlahnya 600 lebih, tetapi pasca bencana ini bukan berarti pasukan TNI ditarik semuanya, jajaran Kodam tetap berada di sini, kita melakukan recovery terhadap bangunan kita yang akan diperbaiki, maka satuan sipur tetap berada di sini,” kata Mayjen TNI Andi Sumangerukka.

Menurutnya, TNI AD bakal tetap melakukan pemantauan sampai 1 kali 24 jam mengingat kondisi cuaca di Sulbar belum dalam keadaan normal.

“Dalam dua bulan di sini, TNI AD telah membuka RS Lapangan. RS itu sudah melayani 4 ribu pasien. RS paling diminati,” jelasnya.

Selain itu, TNI AD juga menyediakan alat penjernih air dan membuka daerah terisolir. TNI AD juga kata dia menghibahkan mobil penyuling air.

“Alhamdulilah sampai saat ini bantuan mereka sudah dianggap cukup berhasil karena mengembalikan secara psikis trauma warga, pemerintahan sudah berjalan dan perekonomian sudah berjalan,” ungkapnya.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI AD karena telah total membantu penanganan bencana gempa bumi di Mamuju.

“Terima kasih banyak atas bantuan angkatan darat kurang lebih dua bulan, sangat membantu sekali apalagi RS lapangan karena kita tahu banyak sarana kesehatan yang rusak akibat gempa,” tutup Sutinah

sementara Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar, mengatakan bencana gempa 6,2 magnitudo yang terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021, menelan korban jiwa sebanyak 107 orang, luka berat 278 orang, luka ringan 13.025 orang serta sejumlah infrastruktur yang rusak, baik fasilitas pemerintah, swasta, maupun perumahan masyarakat.

“Dalam penanganan bencana ini bukanlah hal mudah. Namun dapat teratasi dengan baik berkat dukungan penuh TNI AD melakukan evakuasi atau penyelamatan korban, namun yang terpenting juga adalah bantuan alat berat yang membuka akses daerah terisolir yang diakibatkan tanah longsor,” sebut Enny.

Selain itu, kata Enny, TNI AD telah bekerja keras membantu warga terdampak. Bantuan ini sangat terasa manfaatnya terutama di bidang kesehatan dengan membangun dan memberikan pelayanan medis di RS Lapangan.

“Saya atas nama pemprov sulbar menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI,” ungkapnya.

Upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana dari TNI ini juga ditandai pemberian plakat penghargaan secara simbolis oleh Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Andi Sumangerukka, dan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

M4R10

Komentar