Tantangan Distribusi dan Vaksinasi di Daerah Pelosok

2enam.com, Mamuju : Dukungan dan kerja keras semua pihak agar vaksinasi dapat menjangkau warga hingga wilayah paling pelosok sekali pun, sangat dibutuhkan di situasi pandemi Covid-19 seperti ini.

Kondisi geografis di Sulawesi Barat (Sulbar) membuat distribusi vaksin tidak bisa berjalan mulus. Ada tantangan tersendiri dalam distribusi vaksin, apalagi distribusi yang hingga ke pedalaman di Sulbar.

Masih banyaknya daerah yang tidak bisa ditembus dengan kendaraan roda dua, bukanlah hal baru di wilayah Sulbar. Para pejuang kesehatan harus bekerja lebih ekstra agar bisa melakukan vaksinasi di daerah tersebut. Seperti di Kecamatan Ulumanda di Majen atau di Kecamatan Kalumpang di Mamuju

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sulbar, Mustari Mula, pernah menyatakan dalam kesempatannya pada zoom meeting, jika pihaknya sempat khawatir jika proses distribusi akan memengaruhi kualitas vaksin.

Namun, berkat kalkulasi jarak tempuh dan bantuan berbagai lapisan masyarakat, vaksin akhirnya bisa didistribusikan ke berbagai tempat dalam kondisi baik. Tentu hal itu berkat bantuan dari TNI Polri, tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat.

Tantangan melakukan vaksinasi tidak hanya datang dari kondisi medan yang buruk, melainkan pemahaman masyarakat yang belum percaya khasiat vaksin. “Tapi setelah teredukasi dengan baik, justru partisipasi masyarakatnya lebih proaktif untuk divaksin,” jelas Mustari, pekan lalu.

Hingga Senin 20 Desember, capaian vaksinasi di Sulbar sudah mencapai lebih dari 50 persen. Stok vaksin di Sulbar juga sudah mencukupi untuk setiap masyarakat yang membutuhkan.

Kisah serupa juga dirasakan Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar. Di wilayahnya, terbagi dari dua wilayah, yakni pegunungan dan kepulauan. Hal ini tidak hanya menyulitkan proses vaksinasi, tetapi juga akses masyarakat ke sentra vaksinasi. Utamanya bagi kaum lanjut usia (lansia) dan difabel.

Dengan pertimbangan tersebut, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Mamuju melakukan aksi jemput bola dengan mengadakan vaksinasi door to door. “Di beberapa tempat, aparat juga menyediakan sentra vaksin yang berada di sekitar pemukiman masyarakat,” ujarnya.

Di samping permasalahan geografis dan distribusi, tantangan vaksinasi lainnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat setempat akan pentingnya vaksinasi. Olehnya, sosialisasi dan pendekatan humanis mesti dilakukan secara pelan-pelan. Aparat mesti memiliki kreativitas dan kemampuan memberikan edukasi dengan bahasa yang dapat diterima.

Hampir serupa dengan di daerah terpencil, sebenarnya vaksinasi di area perkotaan juga menghadapi berbagai tantangan. Bedanya, tantangan vaksinasi di area perkotaan disebabkan karena banyaknya informasi berupa hoaks atau berita yang belum tentu benar terkait vaksin.

Kepala bidang pengendalian penyakit menular, Dinas kesehatan Kabupaten Mamuju, Alamsyah Thamrin mengurai, salah satu tantangan terbesar dalam merealisasi program vaksinasi adalah mindset masyarakat yang sangat terpengaruh berita bohong (Hoax) atas kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

“Ada yang percaya bahwa setelah vaksin kita bisa lumpuh atau meninggal, padahal itu semua tidak benar,” tegas Alamsyah.

Ia menambahkan, sampai saat ini tidak ada KIPI yang menimbulkan kelumpuhan apalagi kematian setelah di vaksinasi, jika satu atau dua kasus yang demikian, saya pastikan itu bukan karena vaksin, tapi lebih karena ada penyakit bawaan yang disembunyikan oleh masyarakat sendiri saat akan melakukan vaksinasi, tegasnya.

Sebab itu, Alamsyah menyarankan, agar saat dilakukan konsultasi sebelum di vaksin, semua harus di jelaskan sebaik-baiknya kepada petugas vaksinator agar diperoleh informasi kelayakan seseorang menerima vaksin.

“Saya baru-baru ini berkomunikasi dengan salah seorang pakar kesehatan tentang potensi gelombang Pandemi covid-19, beliau mewaspadai bulan desember dapat saja pandemi ini kembali meningkat dengan varian baru, meskipun saat ini angka penularan covid-19 di Mamuju telah menurun,” bebernya.

Menurutnya, jika semua orang menyadari, vaksinasi ini demi kebaikan mereka sendiri, tentu mereka tidak perlu dicari dan pasti akan datang sendiri untuk divaksin.

Tidak berputus asa, Pemkab Mamuju melalui instruksi Bupati Sitti Sutinah Suhardi, akan kembali menyasar desa-desa, dengan harapan semua warga mamuju akan menerima vaksinasi covid-19, sehingga imunitas akan terjaga, dan pada akhirnya semua dapat melakukan aktifitas normal kembali seperti sediakala.

M4R10

Komentar