oleh

Tanggapan Maenunis Terkait Rilis JSI

2enam.com, Mamuju : Jaringan Suara Indonesia (JSI) secara resmi telah merilis hasil survey Pilkada Mamuju 2020, Logos Politika angkat bicara.

Sebelumnya diketahui, Jaringan Suara Indonesia (JSI) telah membeberkan hasil survei Paslon Habsi-Irwan di Pilkada Mamuju 2020.

Dalam rilisnya, Wakil Direktur JSI, Popon menyebut Habsi-Irwan mendapatkan 65,9% sedangkan penantang Sutinah-Ado diangka 34,1%.

Hal itu mengundang pro kontra masyarakat khususnya di media sosial, sebagian pihak menganggap itu hasil yang wajar, dan sebagian lagi menganggap bahwa hasil itu tidak salah, bahkan ada yang menyebut hoax.

Saat dimintai tanggapan terkait pro kontra hasil survey tersebut, direktur Logos Politika, Maenunis Amin menyebutnya sebagai hal wajar jika sebagian kalangan menolak hasil survey JSI.

“Secara prinsip tidak masalah kalau orang menolak JSI dan hasil surveinya. Kan banyak lembaga lain yang juga melakukan survei di Pilkada Mamuju, JSI itu hanya salah satunya.” sebut Maenunis, Jum’at (13/11/20).

Maenunis bahkan membeberkan hasil survei beberapa lembaga nasional yang dirangkumnya dalam pemetaan komparatif.

“Saya kasi satu contoh komparasi hasil survei per Desember 2019 dan Januari 2020 dari dua lembaga nasional selain JSI yaitu Indopol dan Poltracking. JSI merilis elektabilitas Habsi-irwan 56,6% sementara Poltracking hanya 28,5%,” bebernya.

“Kalau dilihat hasil dari Indopol dan Poltracking itu linear misalnya dalam hasil dan selisih, tapi berbeda dengan JSI. Nah, kalau kemudian orang menolak hasil survey JSI dan hanya menerima Indopol dan Poltracking, apa lantas kedua lembaga nasional itu kita sebut tidak kredibel ? Kan tidak toh,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pihak JSI atau pun Habsi-Irwan harus lebih mampu meyakinkan publik baik secara akademis ataupun politis terkait validitas survei yang telah mereka rilis.

“Kalau tidak, maka wajar kalau publik menuding mereka telah melakukan missleading information,” tuturnya.

mae/rfa

Komentar