oleh

Tahanan Polres Mamasa Nekat Gantung Diri

2enam.com, Mamasa : DA (24) seorang tahanan Polres Mamasa nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali. Korban diketahui telah menjalani masa tahanan kurang lebih tiga bulan, sejak terlibat kasus pencabulan anak dibawah umur pada 27 Januari yang lalu.

Kapolres Mamasa AKBP Indra Widiatmoko mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh DM rekan sekaligus sepupunya, juga tahanan dengan kasus yang sama. Selama menjalani masa tahanan di Polres Mamasa, korban diduga mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya.

“Kronologis kejadianya, sekitar pukul 01.40 Wita dini hari. Sebelum ditemukan tewas tergantung, DA masih sempat mengisi bak mandi. Kemudian pelaku memilih untuk tidur antara pukul 23 dan 24 malam, sesuai keterangan rekannya,” kata Indra saat dihubungi, Kamis (16/04/2020).

Indra melanjutkan, beberapa saat setelah tertidur, rekan korban bangun dan tidak melihat DA berada di sampingnya. Rekan korban lalu mencarinya ke kamar mandi dan beberapa ruangan lainnya yang ada.

“Di ruangan yang biasa digunakan olahraga itu, DA ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tergantung pada trali jendela belakang sel tahanan menggunakan sebuah tali,” ujar Indra.

Setelah menemukan DA, rekannya lalu memanggil petugas yang sementara piket. Petugas piket langsung ke membuka pintu ruang tahanan dan mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kemudian petugas yang piket melaporkan kepada saya dan saya langsung menuju kesana bersama Kasat Reskrim,” jelas Indra.

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh Dokpol Polres Mamasa bersama pihak puskesmas, DA dinyatakan murni meninggal karena gantung diri. Hasil visum luar, dokter menemukan lidah korban menjulur dan liur membasahi bajunya, serta terdapat sperma di kemaluan.

“Setelah dilakukan visum, kami langsung menghubungi pihak keluarga,” tambah Indra.

Indra menambahkan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan sejumlah tokoh masyarakat, terkait kejadian tersebut. Pihak keluarga korban juga sudah mengikhlaskan, bahwa DM meninggal murni karena gantung diri.

“Kami juga sudah memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian,” tutup Kapolres.

(74b)

Komentar