oleh

Sutinah Bentuk Koalisi Tanpa Golkar

2enam.com, Mamuju :  Sebuah langkah maju dilakukan oleh kubu Sutinah Suhardi, bakal calon penantang petahana di Mamuju. Sejumlah pimpinan partai di Sulbar sepakat membentuk tim koalisi.

Sebanyak tujuh partai bersepakat untuk berkoalisi mengusung Sutina Suhardi sebagai calon bupati Mamuju. Yakni, Gerindra, PAN, PDIP, Demokrat, PBB, PKS dan Gelora. Ketua Gerindra Mamuju, Muhammad Reza didapuk sebagai ketua koalisi, sementara Sekretaris Demokrat Mamuju, Yuslifar ditunjuk sebagai sekretaris koalisi.

Ketua Gerindra Mamuju, Muhammad Reza, mengatakan keputusan ini atas inisiatif pimpinan parpol di Mamuju. Artinya, meski rekomendasi belum keluar dari DPP, paling tidak sudah ada kepastian untuk berkoalisi.

“Lebih tepatnya tim pra koalisi. Artinya pimpinan parpol tingkat kabupaten sudah ketemu dengan semua bakal koalisi. Yang diragukan memang rekomendasi, tetapi kami tidak mungkin melakukan rapat dengan menghadirkan pimpinan parpol, berarti sudah ada bentuk kepastian untuk berkoalisi,” katanya.

Dia mengaku tugas ketua dan sekretaris yang terpilih ini punya tugas menyusun struktur tim. Selanjutnya akan dilakukan pembentukan tim hingga ke kecamatan, desa dan kelurahan.

“Pimpinan parpol koalisi di bawah akan dipadukan menjadi kekuatan besar. Semua partai yang berkoalisi dengan kita akan menggerakkan strukturnya hingga ke desa,” katanya.

Dia mengakui jika Golkar belum tergabung dalam koalisi meski Ketua Golkar Mamuju, H Damris masuk bursa pendamping Sutina. “Golkar belum, kita menghargai proses di internal mereka. Akhir maret diputuskan siapa pendamping Sutinah,” katanya.

Dia tak menampik, pada saat pembentukan tim ini masih ada parpol yang belum menentukan sikap untuk bersama di Koalisi Mamuju Keren. “Jadi jika nanti ada partai baru yang masuk bergabung di koalisi ini, tentu kita akan kembali membicarakan strukturnya,” kata Anggota DPRD Mamuju ini.

Dia mencontohkan, Semisal Golkar ikut bergabung nantinya, tentu akan menjadi pertimbangan kita semua untuk memberikan porsi yang layak kepada Ketua Golkar Mamuju H Damris. “Bahkan kita akan kembali menawari beliau sebagai ketua koalisi agar nantinya koalisi kita bisa dipimpin oleh tokoh yang lebih senior dengan kapasitas diatas rata-rata kami,” tuturnya.

H Damris yang dikonfirmasi terpisah membenarkan Golkar tidak masuk dalam koalisi yang dibentuk. Menurutnya, koalisi belum bisa terbentuk sebelum rekomendasi dari DPP keluar.

“Artinya, tidak bisa kita bentuk koalisi kalau belum jelas kita berkoalisi. Nanti bisa dibentuk koalisi kalau sudah jelas siapa partai yang usung calon tersebut. Sampai hari ini belum ada saya tahu yang keluarkan rekomendasi. Nanti rekomendasi keluar ketika calon itu punya pasangan,” katanya.

H Damris heran, bagaimana mungkin membentuk koalisi sementara rekomendasi saja belum ada. “Bolehlah kalau orang di luar partai, bisa saja koalisi. Tetapi kalau partai tidak masuk di akalku ada tim koalisi partai sebelum ada rekomendasi.”

Anggota DPRD Sulbar ini mengaku saat ini fokus terhadap surat tugas dari DPP yang baru dijemputnya diterima di Jakarta, Minggu, 22 Maret. Dalam surat tugas itu dia diminta untuk mencari koalisi mencukupkan maju di Pilkada Mamuju.

“Surat tugas diberikan ke kami mencari koalisi pasangan, survei akan diturunkan dan hasil mencari koalisi akan dilaporkan ke DPP. Ketika tidak memungkinkan untuk maju, karena biar ada pasangan tetapi kalau tidak memungkinkan menang mending kita tidak maju. Kita berambisi untuk menang, bukan berambisi untuk maju,” katanya.

(4r)

Komentar