Suraidah : Bergerak Kolektif, Tantangan Perempuan

2enam.com, Mamuju : Peringatan hari Kartini selalu mengundang perhatian publik secara umum di Indonesia. Kartini merupakan tokoh nasional yang memberi pengaruh terhadap cara pandang perempuan dalam jagat relasi sosial masyarakat di Indonesia.Termasuk didalamnya relasi strategis perempuan dimasa merebut kemerdekaan.

Lantas apakah pasca kemerdekaan tak ada lagi tantangan perempuan dalam pergumulan relasinya? Sungguh masih terlalu banyak. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi pada media ini. Menurut politisi perempuan ini, tantangan perempuan masa kini juga makin kompleks yang mesti ditangani.

“Pertama secara khusus di Sulbar kita terus dibayangi dengan kualitas kesehatan ibu dan anak yang masih berada pada grade bawah. Ini penting jadi atensi sebab ini tentang kualitas SDM dimasa mendatang yang akan mendiami Sulawesi Barat,” katanya.

Kemudian, yang kedua adalah bagaimana dengan tantangan perempuan dalam dal mempengaruhi kebijakan pemerintah,. Misalnya bagaimana akses politik mereka pada ruang kebijakan. Kemudian sekarang sudah siap atas hal itu juga diperkuat oleh regulasi. Namun bagaimana dengan motivasi kelompok perempuan itu sendiri. Jadi saya secara pribadi melihatnya secara komprehensif atas apa apa yang menjadi tantangan kelompok perempuan hari ini. Sebab selain secara eksternal, secara internal perempuan juga mesti terus berbenah, “urainya.

Olehnya kedepan, menurutnya, perempuan mesti bergerak dan saling memotivasi secara kolektif.” Saling percaya terhadap peran dan kompetensi masing masing perempuan. Tanpa ini kita juga sulit untuk menempatkan perempuan dalam kancah yang lebih pro terhadap kepentingan kelompoknya secara luas,” pungkasnya.

Tetapi dirinya optimis terhadap sejumlah tantangan itu bisa terlewati dengan baik.” Syaratnya sederhana, perempuan mesti sadar terhadap akses haknya. Baik pendidikan, kesehatan, sosial hukum hingga politik dan ekonomi mesti diraih dengan kemapanan sumber dayanya. Jadi poinnya, bisa kita lewati jika bersama tapi bisa terlewatkan bila kita sendiri sendiri,” kunci Suraidah.

fix

Komentar