oleh

Sulbar Target Juli Tak Ada Lagi Pengungsi

2enam.com, Majene  : Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus melakukan langkah –langkah penanganan gempa. Selain fokus terhadapat pengungsian dan sarana prasana, perhatian juga ditujukan ke pendataan rumah rusak.

Menurut sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H, Muhammad Idris DP, saat mengunjungi posko pengungsian di kecamatan Malunda menyebutkan bahwa Pemerintah menargetkan bahwa pada Juli 2021 sudah tidak ada lagi pengungsi.

“Ada beberapa tahapan dalam perbaikan rumah masyarakat akibat bencana, yang pertama adalah pendataan. Lalu kemudian proses analisa lalu ketahap pelaksanaan pembangunan. Nah, saat ini kita sudah turunkan tim untuk melakukan pendataan”, ungkapnya

Bersama dengan koordinator relawan Sulbar, Prof Dr. Hj Kartini Hanapi Idris, mantan Deputi LAN RI ini langsung menyaksikan beberapa rumah penduduk yang kondisinya sudah tidak layak huni. Menurutnya kerusakan massif yang terjadi akibat gempa bermagnitudo 6,2 SR tersebut akan segera dibenahi sehingga kondisi bisa segera normal maksimal

“ Yah, saat ini kondisi kita sudah mulai normal. Aktivitas ekonomi juga sudah menggeliat. Pasar, toko dan beberapa mini market juga sudah buka walaupun tetap pada malam hari sudah tutup. Nelayan juga sudah mulai melaut. Alhamdulillah, proses pemulihan di Sulawesi Barat ini dipastikan akan cepat. Badai pasti berlalu. Mari kita sama-sama tetap membangun Sulawesi Barat”, tambahnya sembari memotivasi.

Dikesempatan yang sama, Idris juga menjumpai posko relawan yang berposisi di kecamatan Malunda. Jumlah relawan Sulbar yang sudah mencapai 120 organisasi menjadi katalisator proses pemulihan di Sulawesi Barat yang telah menelan korban 105 jiwa berdasarkan data BNPB per tanggal 25 Januari.

“Dari beberapa kondisi bencana yang pernah terjadi, maka 80% pemulihan suatu daerah pasca bencana sangat ditentukan oleh relawan. Relawan membantu kita dan kita juga harus kooperatif untuk segera bangkit dan pulih. Kerja Pemerintah dalam hal penanganan gempa sangat ditentukan dengan kohesifitas sosial di antara kita semua”, imbuhnya.

(DC6)

 

Komentar