oleh

Sulbar Kekurangan APD, Dinkes Geser Dana Insentif Daerah

2enam.com, Mamuju : Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat (Sulbar) menggeser Dana Insentif Daerah (DID) senilai Rp1.065.000.000 untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD). APD yang dipesan ke penyedia sebanyak 150 set. Pengadaan ini sifatnya insidentil, maka anggaran DID yang dipakai. Apalagi Kementerian Keuangan sudah menyarankan daerah agar melakukan pergeseran anggaran sejak Covid-19 ini merebak.

“Kementerian keuangan yang menyarankan daerah melakukan pergeseran anggaran. Kalau tidak malah dianggap lalai,” kata Alif, Senin 23 Maret

Alif mengunkapkan, secara regulasi pergeseran itu diperbolahkan, nilai yang dipersipakan untuk APD dengan perangkat laboratorium sebnayak Rp1 Milliar 65 juta. Anggaran itu terbilang cukup mahal dikarenakan harga fluktuatif di tengah kondisi saat ini. Namun, Sulbar harus melakukan persiapan meski saat ini masih steril dari virus mematikan itu.

“Dalam pasien dalam pengawasan cuma satu dan belum ada hasilnya. Balitbangkes menjanjikan satu minggu setelah pengambilan swap, tetapi sekarang antrean semakin panjang. Itu bukan kuasa kita,” ungkap Alief.

APD itu akan digunakan untuk perawat dan pasien di RS rujukan RSUD Regional Sulbar. Tiap kabupaten juga mempersiapkan APD di daerah masing-masing. Persiapan lainnya, kata dia, secara bertahap mulai dilakukan pelatihan terhadap perawat di RSUD Sulbar pengambilan swap.

“Pelatihan pengambilan swap 20 orang. Dokter paru juga kita siap. Perawat juga dilatih untuk teknis menangani pasien terduga korona,” ujar Alief.

Direktur RSUD Regional Sulbar dr Indahwati Nursyamsi menyatakan, ruang isolasi sudah disiapkan sembari menunggu APD dari vendor tiba. Pihaknya juga menyiapkan ruangan di bekas tempat perawatan RSUD lama sebagai pusat karantina Covid-19.

“Sudah dilakukan penyemprotan karena bekas tempat perawatan, dikhawatirkan ada kuman. Ruang perawatan RSUD lama ini akan dijadikan ruang isolasi,” kata Indahwati.

(74b)

Komentar