oleh

Seorang Mahasiswi Diduga Alami Pelecehan Seksual Dalam Angkutan Umum Piposs

-Mamuju, Sulbar-85 views

2enam.com, Mamuju : Seorang mahasiswi asal Karossa berinisial Iy (21) diduga jadi korban pelecehan seksual di dalam bus Piposs bernomor polisi DD 7734 AY, Jumat 18 Januari dini hari.

Kejadian bermula saat Iy hendak berangkat ke Makassar untuk kuliah. Pada Rabu 16 Januari, korban memesan tiket keberangkatan dan tiket pertama alias nomor 01, untuk keberangkatan Kamis 17 Januari malam. Saat itu korban meminta kepada petugas perwakilan Piposs untuk menempatkan rekan sekursi seorang perempuan.

Seorang Mahasiswi Diduga Alami Pelecehan Seksual Dalam Angkutan Umum Piposs

Ketika hendak berangkat, Iy kembali mengonfirmasi petugas perwakilan untuk memastikan teman sekursinya perempuan. Kepada korban, petugas perwakilan pun tidak tahu siapa yang akan duduk di sampingnya.

Iy bersikeras ingin penumpang di sampingnya seorang perempuan. Namun permintaan itu tidak diakomodir petugas perwakilan dengan alasan kursi penumpang full sehingga tak bisa diatur.

“Kok bisa tidak bisa diatur sementara saya yang memesan tiket pertama kali. Ternyata penumpang yang duduk di sebelah saya laki-laki menggunakan masker. Saya kembali komplain. Tapi jawabannya sama. Katanya tidak bisa diatur karena bus full,” ujar korban, Jumat 18 Januari, dini hari.

Dengan terpaksa, korban berangkat dan duduk di sebelah penumpang laki-laki itu. Sekira pukul 01.00 Wita, laki-laki yang duduk di sebelah korban menyentuh paha korban. Iy langsung menepis pegangan dan memberitahu laki-laki itu jika perbuatan itu merupakan pelecehan seksual. Lelaki itu meminta maaf. Dia berdalih tidak sengaja.

Korban yang sudah tersulut emosi meminta sopir dan konduktor untuk memindahkan penumpang laki-laki itu. Salah seorang kondektor pun mengecek penumpang yang ingin duduk bersama korban.

“Tapi katanya tidak ada yang mau. Saya yakin dia sengaja, karena sebelum memegang paha saya, dia bergerak perlahan mendekati saya. Saya pun tidak tahu identitasnya karena lampu bus dimatikan dan dia memakai masker. Saya pun pindah kursi,” geramnya.

Aksi itupun mengundang keprihatinan
HMI-WAti (KOHATI) Cabang Manakarra. Menurut Ketua KOHATI Cabang Manakarra Jusriah, kasus pelecehan itu akan ia kawal hingga tuntas. Jusriyah khawatir kejadian serupa kembali terjadi terhadap korban yang berbeda.

“Kami akan kawal pak. Jangan sampai kejadian ini pernah terjadi tapi tak diketahui. Apalagi kami sesama perempuan. Ini harus menjadi perhatian semua pihak. Khususnya perwakilan dan isntanai untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pengguna jasa angkutan,” tandas Jusriah. (54h*)

Komentar