SDK Jawab Keresahan Petani Sawit di Sulbar

Mamuju, Sulbar272 views

2enam.com, Mamuju – Menanggapi keresahan masyarakat Sulbar tentang harga sawit, Anggota DPR RI Dapil Sulbar, Suhardi Duka angkat bicara. Dia mengimbau, kepada masyarakat (petani sawit) untuk tidak cepat menanggapi informasi yang tidak falid.

“Jadi, ada keresahan di masyarakat terkait informasi harga sawit yang melonjak di Kalimantan. Mereka melihat di medsos bahwa di Kalimantan harga sawit Rp 2.000 lebih sedangkan di Sulbar hanya Rp 1.500. Sebaiknya, janganlah cepat menanggapi itu,”kata Suhardi Duka yang kerap disapa SDK  saat ditemui di kediamannya, Minggu 2 Februari 2020.

SDK mengucapkan, dirinya sudah sangat berupaya di pusat untuk menaikkan harga sawit di Sulbar sehingga bisa menjadi Rp 1.500 per kilogramnya.

“Itu sudah upaya kita. Dimana, sawit yang bisa di replanting kita replanting. CPO yang harus kita ekspor dan Eropa tidak bisa terima, kita masukkan di B30. Dengan demikian permintaan CPO menjadi tinggi,”ujarnya.

Terkait variasi harga antar pulau, SDK menjamin, tidak akan terjadi sampai Rp 500.

“Bisa saja itu terjadi, tetapi hanya sampai Rp 200 karena faktor angkutan, dan lain sebagainya. Ada perusahaan yang jarak dari pelabuhan hanya 30 kilometer, tentu menggunakan transportasi yang murah sehingga harga sawit meningkat,”pungkas SDK.

Selain keresahan masyarakat Sulbar tentang harga sawit, SDK juga mengimbau, kepada masyarakat untuk menghindari yang namanya konflik dengan perusahaan dan perkebunan.

“Saya katakan kepada masyarakat, bahwa konflik itu bukan mensejahterakan. Justru, konflik itu mematikan perusahaan, perkebunan, serta petaninya juga akan mati,”tuturnya.

Diketahui bahwa harga sawit sebelumnya di Sulbar hanya berkisar di Rp 700. Namun setelah diperjuangkan di pusat, kini naik menjadi Rp 1.500, dua kali lebih besar dari sebelumnya. Sementara itu, masyarakat melihat di medsos bahwa harga sawit perkilogramnya di pulau Kalimantan sangatlah besar dibandingkan dengan harga sawit yang ada di Sulbar. Itulah yang membuat resah masyarakat serta petani sawit di Sulbar.

(Eka)

Komentar