oleh

SDK: Desember Pasangan Sutina di Umumkan

2enam.com, Mamuju – Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka menyatakan kemungkinan anaknya Sutina akan mengumumkan pendampingnya Desember mendatang. Siapa orangnya? SDK, sapaan Suhardi belum ingin membicarakannya.

Yang pastinya, semua tokoh yang selama ini santer disebut namanya akan dirangkul dalam koalisi. “Kira-kira Desember (diputuskan wakil Sutina). Bukan hanya Chandra dan Tri Zulkarnain, banyak yang bisa jadi wakilnya, ada H Damris, Marasa, Munandar Wijaya, Syamsuddin Hatta, Ado Massud. Kita akan bareng-bareng mereka semua ini nanti. Kita akan duduk semua sama-sama nanti,” kata Suhardi Duka, Selasa, 29 Oktober.

Dia tidak memungkiri partainya berharap koalisi Sutina nantinya koalisi gemuk. Agar kebersamaan dan komunikasi di pemerintahan nantinya berjalan baik jika Sutina diberi amanah jadi bupati Mamuju.

“Tentu setiap kandidat menginginkan koalisi gemuk. Begitu juga dengan kami.Untuk partai lain kita ingin membangun kebersamaan, karena Sutina kalau terpilih akan menjadi pembina parpol. Tidak akan menjadi pengurus partai, sehingga tidak resisten dengan partai yang ada. Cukuplah kami-kami ini yang jadi pengurus partai,” jelasnya.

SDK mengaku sudah membangun komunikasi awal dengan sejumlah parpol di Mamuju. Seperti, Gerindra, PAN, PKS dan PDIP. “Sudah bicara dengan Gerindra bahkan saya sendiri yang ketemu pengurusnya. Bicara dengan PAN, PKS dan PDIP. Tetapi tetap kewenangan DPP masing-masing nanti. Namun sudah ada kesepakatan-kesepakatan di awal, tinggal implementasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Mamuju, H Damris mengatakan dirinya masih wait and see. Dirinya tidak gegabah menentukan sikap meskipun sudah memantapkan diri untuk maju sebagai calon bupati Mamuju.

“Saya pakai matematika poltitik, biarkan orang (kandidat lain) yang survei saya. Makanya saya tidak pernah bermohon ke bakal calon bupati untuk berpasangan,” katanya.

Untuk pendampingmya, kata dia, akan diumumkan di masa injury time. “Kalau saya menentukan sikap siapa pasanganku nanti bulan tiga atau bulan empat. Biar ada yang tawari saya belum mau, sudah ada yang tawari untuk jadi 02_nya, dan jadi 01-nya. Saya ini orang partai, di Golkar ketika ada lebih memungkinan akan kita dorong selama belum penetapan di KPU. Golkar seperti itu,” sambungnya.

Golkar memang butuh koalisi, kata dia, karena masih butuh empat kursi lagi untuk bisa mengusung. “Memang Golkar dua kursi, tetapi partai besar. Banyak yang mau koalisi, banyak sahabatnya. Ketika pimpinan merestui saya, berarti siap dibantu dicarikan partai koalisi,” katanya.

(R/*)

Komentar