oleh

Sayid Muhammad Nekad Menipu Demi Pulang Kampung

-Mamuju, Sulbar-13 views

2enam.com, Mamuju : Tak punya ongkos pulang, Sayid Muhammad alias Abi (38) nekad tipu tujuh siswa dari SMKN 1 Mamuju dan SMKS Tiwikrama.

Tim gabungan Polres Mamuju dan Polres Mamuju Utara meringkus terduga di Kecamatan Baras, Pasangkayu, pukul 13.00 Wita, Sabtu 24 Februari. Sekaligus menyita enam unit gawai, satu laptop dan satu sepeda motor jenis Yamaha Mio bernomor polisi DC 4804 AS. Satu barang bukti lain berupa gawai masih dalam pencarian polisi.

Sayid Muhammad Nekad Menipu Demi Pulang Kampung

Kasatreskrim Polres Mamuju, AKP Syamsuriansyah mengungkapkan, terduga berasal dari Kalimantan Timur (Kaltim). Pelaku hendak pulang tapi tak punya biaya. Mengetahui bakal terlaksana
Millenial Road Safety Festival (MRSF), pelaku memamfaatkan momentum tersebut.

Bermodus jadi IO MRSF, pelaku hendak menipu dan menggelapkan alat elektronik yang bisa dijual. Masih labil dan mudah diprovokasi, terduga berinisiatif menyasar siswa. Kepada korban, terduga ingin menjadikan mereka sebagai model. Tapi sebelumnya, mereka harus ikut seleksi alias penjaringan di Maleo Town Square (Matos) Mamuju, Jumat 22 Februari.

“Sebelum berangkat ke Matos, korban diminta menitipkan barang dan kendaraan. Mereka diminta naik angkutan umum kesana. Nah saat itulah terduga menjalankan aksinya. Dia membawa kabur seluruh barang berharga korban,” ujar AKP Syamsuriansyah, Selasa 26 Februari, siang.

Kata dia, usai berhasil menggondol barang korban, terduga kabur ke Kalukku. Sayang, saat dilakukan pengejaran, terduga menghilang.

“Dua hari kemudian, kami dapat informasi kalau terduga ada di Baras. Kami pun berkoordinasi dengan Polres Mamuju Utara untuk menangkap pelaku. Terduga menjalankan aksinya seorang diri,” tandasnya.

Kini terduga dan barang bukti ada di Polres Mamuju. Khusus barang bukti, korban bisa mengambilnya. Jika dibutuhkan pemeriksaan atau proses peradilan, polisi akan meminjamnya sebagai alat bukti.

“Sementara terduga diancam Pasal 372 dan 378 KUHP tentang tindakpidana penipuan dan penggelapan. Ancaman lima tahun penjara,” pungkas AKP Syamsuriansyah. (Saharuddin Nasrun*)

Komentar