oleh

Satlantas Polresta Mamuju Kembali Akan Menggelar Operasi Zebra

-Mamuju, Sulbar-15 views

2enam.com,Mamuju — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Mamuju akan menggelar Operasi Zebra Siamasei 2019 di beberapa ruas jalan di Mamuju dan Mamuju Tengah (Mateng). Operasi tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 23 Oktober hingga 4 November 2019

Kepala Satlantas Polresta Mamuju, AKP Kemas Aidil Fitri mengatakan, Operasi Zebra serentak dilakukan di Indonesia untuk memberikan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman hingga akhir tahun.

“Sasaran utama pada operasi tersebut adalah administrasi kendaraan maupun pengemudi, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) hingga Surat Izin Mengemudi (SIM),”kata Kasatlantas Polresta Mamuju saat dikonfirmasi, Minggu (20/10/2019).

Selain itu, lanjut AKP Kemas, penindakan juga dilakukan terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas muatan, pengemudi di bawah umur, menggunakan narkoba dan mabuk, lawan arus, maupun yang melebihi batas kecepatan serta menggunakan komponen tak sesuai aturan.

“Operasi bakal dilakukan dengan cara hunting sistem atau menindak pelanggaran kasat mata dengan melakukan patroli dan dengan sistem stationer atau penindakan di satu titik tertentu,”ujarnya.

AKP Kemas menyebut, lokasi operasi zebra bakal disebar di beberapa titik di Mamuju dan Mateng yang rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, termasuk di daerah perbatasan wilayah.

“Rata-rata kecelakaan di wilayah Mamuju diawali dengan pelanggaran rambu lalu lintas dan kelengkapan kendaraan,”pungkas AKP Kemas.

AKP Kemas mengimbau, pengendara kendaraan bermotor wajib mengecek kondisi dan kelengkapan kendaraan sebelum berkendara, seperti kondisi ban, lampu utama, lampu belakang, spion lengkap, kondisi rem dan kondisi mesin. Termasuk mengecek kondisi fisik dan kelengkapan surat-surat kendaraan.

“Badan yang sehat, kondisi mental dan menggunakan SIM sesuai kendaraan yang dikendarai, juga hal utama yang perlu diperhatikan,”bebernya.

AKP Kemas menambahkan, patutnya pengendara memahami aturan-aturan berkendara berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Sebab, masih banyak warga Mamuju belum memahami dan memprioritaskan hak pengguna jalan lain,”tutup AKP Kemas.

(Eka/*)

Komentar