oleh

Sambut PTM, Disdikpora Bakal Terapkan Kurikulum Darurat

2enam.com, Mamuju : Selama pandemi Covid-19, Sekolah-sekolah yang berada di zona orange dan zona merah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

PJJ bagi sebagian pengamat dinilai kurang efektif doterapkan terutama bagi siswa yang tidak mendapat fasilitas, baik jaringan atau alat penunjang lainnya. Kurikulum yang digunakan pun, masih kurikulum nasional.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Disdikpora Mamuju, Murniani mengatakan, sekolah-sekolah di Mamuju, baik SD dan SMP bakal menerapkan kurikulum darurat. Baik itu dalam PJJ maupun PTM. Penerapan kurikulum darurat berlaku sampai pandemi Covid-19 berakhir.

“Kurikulum darurat sementara sedang disusun. Kita targetkan dalam minggu ini selesai, karena sudah dibahas dua minggu. Kita libatkan pengawas, dewan pendidikan dan tim LPMP serta dosen dari Palu,” sebutnya. Minggu, 22 Agustus 2021

Jika kurikulum darurat sudah rampung, Murniani mengaku, bakal melaporkan hal tersebut ke bupati Mamuju dan ke kemetrian pendidikan dan kebudayaan.

“Supaya pemerintah tahu kita sudah gunakan prodak ini. Ada 30 sekolah yang bakal dijadikan sebagai pilot project kurikulum darurat,” urainya.

Disdikpora, kata dia, juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Mamuju terkait zona penyebaran Covid-19 sebagai pertimbangan pelaksanaan PTM. “Kalau dibolehkan, kita tatap muka,” paparnya.

Ketua Dewan Pendidikan Mamuju, Hajrul Malik mengungkapkan, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan perintah dari Kemendikbud dalam rangka antisipasi bencana, maka dibuatlah SPAB agar ada mitigasi awal.

“Kalau di Mamuju kita sudah melibatkan 30 sekolah yang kita jadikan sekolah model untuk penerapan SPAB tersebut. Turunannya SPAB dibuatlah kurikulum darurat,” sebutnya.

“Kurikulum darurat sebagai persiapan pembelajaran pembatasan tatap muka. Jadi kita tidak mau kalau anak-anak tetap tidak sekolah. Jadi kalau pembelajaran tetap muka tentu ada pembatasan, baik itu jumlahnya hingga waktunya,” sebutnya.

Menurutnya, saat ini kurikulum sudah hampir rampung, kalau sudah rampung kita akan melakukan desiminasi pengenalan kurikulum ke sekolah-sekolah.

“Pemda akan melaunching kurikulum darurat tersebut. Apakah nanti tatap muka atau tidak, kita menunggu saja, kalau sudah ada perintah dari kementerian, karena Sulbar belum buka tatap muka juga,” sebutnya.

m4r10

Komentar