oleh

RSUD Regional Sulbar Kekurangan Dokter Spesialis Paru dan Ruang Isolasi

2enam.com, Mamuju : Jumlah kasus positif Covid-19 di Sulawesi Barat mengalami lonjakan, hingga Senin 27 April 2020 terdapat 35 kasus. Lonjakan itu membuat RSUD Regional Sulawesi Barat sebagai rumah sakit rujukan membutuhkan tambahan dokter spesialis paru.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat dr Muhammad Alif Satria mengatakan, saat ini hanya terdapat 1 dokter spesialis paru yang bekerja di RSUD Regional Sulawesi Barat, jika pasien terus bertambah maka penanganan tidak akan maksimal.

“Sekarang ini, kita masih kekurangan dokter paru. Hanya 1 orang, kemarin sempat ada 2 orang, namun itu dokter pinjaman dari RSUD Majene dan sudah ditarik,” ujar Alif , Senin 27 April 2020

Dikatakan pihaknya telah melaporkan serta mengajukan permintaan penambahan dokter spesialis paru ke BNPB pusat. Karena menurutnya, ketersedian dokter spesialis paru menjadi sangat urgent dalam upaya penanganan pasien Covid-19.

Selain kekurangan dokter spesialis paru, Sulawesi Barat juga terkendala ruang isolasi yang terbatas. Saat ini rumah sakit rujukan hanya memiliki 26 tempat tidur di ruang isolasi. Karena itu, Alif meminta agar pemerintah tiap kabupaten menyiapkan tempat isolasi bagi warganya.

“Jadi, setiap pasien yang terpapar Covid-19 jangan langsung dorong ke RSUD Regional. Makanya semua kabupaten diharapkan untuk menyediakan tempat karantina di wilayah masing-masing,” Tambah Alif.

Alif mencontohkan langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan Pasangkayu yang menyediakan tempat isolasi bagi warganya yang terpapar Covid-19. Jadi nantinya, pasien tanpa gejala atau memiliki gejala ringan bisa ditangani oleh kabupaten.

“Untuk pasien dengan gejala sedang dan berat baru dirujuk ke RS Regional Sulbar. Supaya RSUD Regional tetap optimal dalam penanganan pasien Covid-19,” jelasnya.

(74b)

Komentar