oleh

Refleksi Hari Kesaktian Pancasila

2enam.com, Mamuju : Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober mestinya dijadikan sebagai momentum refleksi diri.

Hal itulah yang diungkapkan Ketua PD PPM Sulbar Firman Juang. Menurutnya, Pancasila telah diuji banyaknya kejadian-kejadian yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab. Tapi bagaimnaa pun Pancasila tetap menjadi kebanggaan warga Indonesia semua.

“Pancasila sesuatu hal yang luar biasa bisa menyatukan kita. Bineka tunggal ika di dalamnya. Kita dihadapkan pada persoalan yang tidak biasanya. Tidak jauh dari tempat kita, di Makassar dengan adanya peledakan bom,” kata Firman, Kamis 30 September.

Menurutnya, kalau dalam konteks lokal, Mamuju itu sangat beragam. Mulai dari Tapalang hingga Tarailu ada beragam bahasa yang menunjukkan jika kita ini berbeda-beda tapi tetap satu. Tidak ada hal yang dapat memisahkan kita.

“Begitu kaya khasanah budaya kita, yang dimiliki Sulbar. Ini mesti menjadi pemersatu kita, yang berarti satu kesempurnaan yang dimiliki Sulbar,” sebutnya.

Ia meyakini, jika kejayaan pancasila tidak hanya kita peringati satu Oktober saja, ini menjadi kebangkitan bahwa indonesia semakin jaya.

“Hari kesaktian pancasila kita diuji karena banyak yang tidak peduli terhadap bangsa dan negara. Banyaknya aliran radikal dan sebagainya,” tutupnya.

M4R10

Komentar