oleh

Rakonstruksi Kantor Gubernur Sulbar Ditarget Selesai 2022

2enam.com, Mamuju  : Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didampingi Sekprov Sulbar Muhammad Idris, melakukan rapat bersama Pihak PT. Waskita Karya, terkait Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Kantor  Gubernur Sulbar, yang berlangsung di Kantor Merah Putih Gubernur Sulbar, Rabu 16 Juni 2021.

Dalam rapat Pihak PT. Waskita Karya mempresentasikan Skematik Desain Struktur Bangunan Kantor Gubernur Sulbar, yang proses rekonstruksi bangunannya ditargetkan selesai pada 2022.

“Target dari kami PT. Waskita Karya paling selesai diresmikan itu  bulan November 2022, yang mencapai kurang lebih 19 bulan proses pengerjaan sampai serah terima,”kata Atiek Suhardi, Arsitek Kantor Gubernur Sulbar Dari PT. Waskita Karya

Atiek mengatakan, pihaknya telah mempresentasikan Skematik Desain Struktur Bangunan  Kantor Gubernur Sulbar, yang mana bangunannya tersebut menampilkan ciri khas perpaduan beberapa daerah di Sulbar, yakni Mandar, Mamasa dan Kalumpang atau Kabupaten Mamuju.

Untuk desain kantor  dan daya tahan bangunan, Atiek menjelaskan, hal tersebut mengacu pada desain SNI tahun 2021,  sedangkan daya tahan bangunan sesuai SNI tahun 2019, yaitu selama 50 tahun.

“Bangunan dapat bertahan selama 50 tahun dan setelah 50 tahun gedung akan diassessment kembali sebagai tolak ukur kelayakan bangunan,”terang Atiek

Adapun kapasitas atau daya tampung kantor, sambungnya, sebanyak 589 orang dan difasilitasi aula pertemuan berkapasitas 500 tempat duduk, terbagai atas dua lobi timur untuk VIP dan lobi barat untuk umum termasuk bagi para karyawan.

Menanggapi hasil presentasi PT. Waskita Karya, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menilai pihak PT. Waskita Karya sangat baik dalam mempresentasikan Skematik Desain Struktur Bangunan Kantor Gubernur Sulbar, dari awal hingga akhir.

“Dari awal pembahasan hingga akhir  sudah sangat bagus, jadi kita tinggal menunggu  proses pengerjaannya,”ucap Ali Baal

Ali Baal mengaku bersyukur Kantor Gubernur Sulbar akan dibangun kembali sebagai salah satu ikon provinsi ke-33 di Indonesia ini, setelah roboh akibat bencana gempa bumi pada 15 Januari 2021 lalu.

(farid)

Komentar