oleh

Raja Mamuju Mangkat,Begini Proses Pemakamannya

2enam.com, Mamuju : Raja Mamuju atau yang lebih akrab di sapa Maradika Mamuju,Andi Maksum Dai meninggal dunia pada Selasa Malam 8 September 2020 di rumah sakit Akademis Makassar pukul 20:00 Wita.

Setelah jenazah yang di berangkatkan dari Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel)tiba di rumah duka,di kabupaten Mamuju dilakukan prosesi pemakaman yang telah di tentukan pihak keluarga.

Dalam proses pemakaman dihadiri Gubernur Sulbar,Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Forkompimda Sulbar, Forkopimda Mamuju, Gala’gar Pitu.serta Ratusan masyarakat.

Salah satu Sahabat Raja Mamuju yang bersama dalam tokoh pejuang Sulbar, Syahril Ramdani mengatakan, kehadirannya atas nama para pejuang pembentukan Sulbar sangat merasa kehilangan sosok yang begitu baik,ramah serta tidak pernah memposisikan dirinya sebagai Raja ketika bersama-sama.

“Hari ini, Atas nama teman perjuangan, tokoh perjuangan Sulbar menyampaikan mudah-mudahan kebaikan serta pengabdian yang selama ini di lakukan dan telah di rasakan masyarakat dapat mengantarkan beliau (Andi Maksum Dai) menuju surga Allah SWT,”Kata Syahril dalam sambutannya.

Sementara itu Almalik Pababari perwakilan pihak keluarga yang menyerahkan jenazah kepada pihak pemerintah provinsi Sulawesi Barat mengungkapkan, beliau termasuk pendiri Keraton Nusantara di Bali, beliau menjadi salah satu penasehat Sampai saat ini.

“Semua tingkatan beliau gaungi.abdi beliau terakhir festival Raja Mamuju yang diatur sedemikian rupa sehingga para raja yang hadir merasa puas.
Beliau ini seorang Raja yang mampu berada di semua strata masyarakat semua beliau terima dengan baik.tidak pernah menolak siapapun.mudah mudahan apa yang beliau yang titipkan agar dapat dilakukan.patut kita contoh dan patut di teladani,”ungkap Almalik.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, ingin menyampaikan Sangat merasa kehilangan yang telah menjadi salah satu tokoh pejuangan Sulbar.atas nama Pemerintah Provinsi Sulbar turut berbelasungkawa dan mengapresiasi selama ini apa yang telah dilakukan almarhum Andi Maksum Dai.

“Selamat jalan Pue semoga Allah SWT menerima di sisinya,”ujar Ali.

Setelah acara penyerahan dari pihak keluarga kepada pihak pemerintah provinsi Sulbar dilakukan,jenazah di berangkatkan menuju tempat pemakaman keluarga di jl Mangga Mamuju.

Dalam proses pemberangkatan Keranda mayat yang terbuat dari pohon pinang diangkat puluhan orang dan ditarik dengan kain yang berwarna kuning.diatas keranda jenazah bersama beberapa keturunan Raja Mamuju

(MRz)

Komentar