oleh

Polisi Ringkus Pelaku Penipuan dan Penggelapan Dana

2enam.com, Mamuju ; Polresta Mamuju menangkap terduga pelaku tindak pidana penggelapan dan tindak pidana laporan palsu.

Kasatreskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu mengatakan, penangkapan dilakukan pada Minggu 26 September sekitar pukul 19.30 WITA bertempat di RSUD Kab.Mamuju.

Pelaku bernama Inca Rinandi (27) salah seorang warga Kabupaten Polman. Penangkapan bermula saat Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Mamuju mendapat laporan bahwa terjadinya Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan di Mamuju tepatnya di belakang BRI Mamuju dengan kerugian Rp 18 juta dan korban mengalami luka tikam.

Selanjutnya, kata AKP Pandu, Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Mamuju menuju TKP dan melakukan olah TKP serta interogasi kepada saksi dan korban.

“Dari hasil interogasi dan olah TKP terdapat kejanggalan terutama pada keterangan Inca yang mengaku sebagai korban. Tidak ada kesesuaian antara TKP, waktu, BB rekaman cctv, dan kronologis, ditambah lagi keterangan korban yang berbelit-belit dan menolak untuk membuat laporan polisi,” kata AKP Pandu.

Akhirnya Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Mamuju melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kejadian tersebut. Akhirnya pada pukul 19.30 WITA setelah dilakukan interogasi kepada INCA dirinya mengakui bahwa semua keterangan yang diberikannya adalah bohong dan dirinya tidak pernah menjadi korban curas.

“Dirinya menggunakan uang perusahaan sebesar Rp 18.000.000 yang ditransfer kepadanya untuk bermain judi online dan ke tempat hiburan. Karena bingung mempertanggung jawabkan kepada pimpinannnya, dirinya membuat alibi seolah-olah dirinya dirampok oleh 3 orang pada saat selesai menarik uang di ATM BRI,” jelasnya.

“Dirinya juga mengakui menikam dirinya sendiri di bagian perut sebanyak 1 kali dan menyayat tangannya sebanyak 2 kali menggunakan pisau yang dia bawa sendiri di toilet masjid Ar Rahman, Kel. Karema, Kec.Mamuju, Kab.Mamuju . Berdasarkan keterangan tersebut Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Mamuju mencari BB pisau yang digunakan oleh pelaku dan menemukannya,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, barang bukti yang diamankan adalah 1 buah pisau dengan gagang berwarna orange, rekaman video interogasi, rekaman cctv di masjid Ar Rahman

“Pelaku ingin menyamarkan perbuatannya telah menggunakan uang perusahaan tanpa seizin pimpinannya untuk bermain judi online dan pergi ke tempat hiburan,” bebernya.

“Modusnya pelaku menggunakan uang perusahaan sebanyak Rp 18 juta untuk bermain judi online dan ke tempat hiburan tanpa sepengetahuan dan seizin pimpinannya. Selain itu pelaku membuat alibi bahwa dirinya dirampok setelah mengambil uang di ATM BRI dengan sebelumnya menikam dirinya sendiri dan menyayat tangannya sendiri menggunakan pisau yang dibawanya,” ungkapnya

Rls/

Komentar