oleh

Peringati Maulid, Rawat Semangat Kekeluargaan

2enam,com, Mamuju :  Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya sebagai seremonial belaka, melainkan sebagai momentum untuk menguatkan kebersamaan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar saat menghadiri acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1442 hijriah  yang diselenggarakan oleh Kerukunan Masyarakat Polewali Mandar (KMPM), di Masjid Ar Rasyidin Abdullah, Jalan pababari Mamuju, Selasa 10 November 2020.

Ali Baal Masdar pada kesempatan tersebut hadir bersama Ketua TP PKK Sulbar yang juga merupakan Ketua BKMT Sulbar, Ny.Hj.Andi Ruskati Ali Baal

Ali Baal  menyampaikan Apresiasi atas terselenggaranya maulid tersebut, sebagai bentuk perhatian dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sosok manusia teladan yang di utus Tuhan sebagai Rahmat.

“Hakikat memperingati maulid nabi, merupakan upaya kita untuk mencontoh dan meneladani sifat dan perilaku Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan. Ini juga  merupakan upaya memperkokoh keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sekaligus sebagai momentum silaturahmi antar sesama,” kata Ali Baal.

Masih kata Ali Baal, Ia berharap warga KMPM  dan seluruh komponen masyarakat Sulbar lainnya tetap merawat semangat kekeluargaan dan ikut serta untuk berperan aktif bersama pemerintah menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan keadilan yang merata.

“Sesuai yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk selalu merawat silaturahmi, yang akan menguatkan kebersamaan antar warga masyarakat yang terdiri dari Umara’ (pemerintah), para ulama dan cendekiawan, serta masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, akan memudahkan kita menghadapi berbagai problem dan tantangan,” tutur Ali Baal.

Maulid KMPM mengusung tema “Meneladani sifat Rasulullah sebagai Prinsip Dalam Menata Kehidupan yang Maju dan Malaqbiq”.

Ketua Harian KMPM,  Muflih By Fatta mengatakan, tema maulid yang diketengahkan ini sejalan dengan visi Pemprov  Sulbar, yang jika diartikan kata malaqbiq berarti mulia dan pada diri Rasulullah terdapat sifat-sifat yang mulia.

(Ayu)

Komentar