oleh

Peringati Hari Anti Korupsi Forpakin Gelar Diskusi Publik

-Mamuju, Sulbar-14 views

2enam.com, Mamuju : Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Forum Pemuda Anti Korupsi dan Natkotika (Forpakin) Mamuju menggelar Diskusi Publik dengan tema Kita Muda, Kita Anti Korupsi. Rabu 12 Desember 2018

Dialog tersebut menghadirkan tiga pemateri yang berdiskusi terkait pencegahan korupsi dengan para pemuda dan perwakilan lembaga mahasiswa yang hadir pada kegiatan tersebut, diantaranya Sinrang , Kasi intel kejaksaan negeri mamuju.

Kemudian juga Adri , Kasi BB Kejaksaan negeri mamuju, Serta Fadli sebagai Akademisi hukum dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Tomakaka

Ketua FORPAKIN rezki zulfikar mengatakan, hadirnya organisasi forpakin sebagai wadah pemuda yang nantinya akan banyak menyuarakan kampanye anti korupsi dan Narkoba.

” Jadi organisasi kita ini akan lebih banyak kepada pencegahan anti korupsi dan narkoba lewat kampanye ke sekolah sekolah sebab adik2 inilah nantinya sebagai generasi penerus bangsa ”

Ia juga menyampaikan Pemuda harus peka terhadap problem bangsa seperti korupsi, dan Narkoba juga terorisme sehingga kami membuka ruang bagi kawan kawan yang ingin bergabung dan satu ide .

” jadi ada 3 yang harus kita perangi bersama korupsi , narkoba dan terorisme, kedepan forpakin akan banyak berbicara tentang hal itu”

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mamuju, Sinrang yang baru saja dipindah tugaskan dari kabupaten Enrekang ke Mamuju mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi hadirnya Forpakin di Mamuju dan juga Sulbar, ia berharap kedepan Forpakin dapat menjadi mitra Kejaksaan dalam pencegahan Korupsi di Masyarakat

“Tentunya kehadiran Forpakin ini dapat menjadi mitra kerja kejaksaan, seperti informasi mengenai kasus korupsi yang ada di masyarakat tapi juga kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar kasus korupsi yang ada di Mamuju bisa berkurang,” ungkap Kasi Intel Kejari Mamuju

Terkait kasus-kasus korupsi yang saat ini ditangani oleh pihak kejaksaan negeri Mamuju, yang menurut persepsi sebagian masyarakat cenderung lambat apabila bersentuhan dengan pejabat tinggi ataupun pengusaha besar, Sinrang menyebutkan bahwa dalam perkara kasus korupsi pihaknya tidak asal langsung menetapkan tersangka.

“Jadi perlu dipahami, kami di kejaksaan akan terus melakukan upaya terbaik dalam mengadili pelaku korupsi, hanya saja kita tidak bisa tergesa-gesa menetapkan tersangka karena prosedur alat bukti dan saksi mesti lengkap, kami harap para pemuda di Mamuju selalu mengedepankan asas praduga tak  bersalah,” tandas Sinrang (***)

Komentar