oleh

Pemprov Sulbar Bagikan Paket Sembako Demi Meretas Dampak Covid-19

2enam,com, Mamuju : Meretas dampak ekonomi-sosial pandemi Covid-19, Pemprov Sulbar mulai menyalurkan sembako, Selasa, 21 April. Seluruh desa dan kelurahan di Sulbar dipastikan mendapat 200 paket sembako.

“Alhamdulillah, bantuan sembako sudah disalurkan pada seluruh kelurahan/desa di Sulbar, setiap kelurahan mendapatkan 200 paket dan dimulai di Mamuju,” kata Ali Baal Masdar saat penyerahan paket sembako secara resmi di Kantor Bulog Divisi Regional Mamuju, Jl Gatot Subroto, Selasa, 21 April 2020

Ali Baal Masdar menyempatkan diri memimpin pembagian 1.400 paket sembako untuk tujuh kelurahan di Kabupaten Mamuju. Seluruh pimpinan OPD Pemprov Sulbar dibantu Tagana BPBD Sulbar juga turun melakukan pembagian paket sembako door to door.

Kemudian, lanjut Ali Baal, pada bulan ini juga, penyaluran bantuan sembako akan dilanjutkan ke seluruh kelurahan/desa yang ada di kabupaten se- Sulbar. Bantuan tersebut akan berikan kepada masyarakat miskin dan rentan miskin sesuai data dari Dinas Sosial dan Dinas Ketenagakerjaan.

“Pemkab bisa menggunakan dana desa yang ada sebesar 30 persen dan itu dipakai selama tiga bulan kedepan,” tutur Ali Baal

Selanjutnya, kata Ali Baal, pada bulan berikutnya akan menyusul bantuan sosial atau Bantuan Lansung Tunai (BLT) untuk masyarakat. Pemberian bantuan berdasar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selanjutnya, pada Juli mendatang juga akan di turunkan bantuan dari program Marasa untuk 190 desa di Sulbar.

“Jadi bantuan-bantuan ini kita tidak diberikan dalam satu bulan sekaligus, namun disalurkan secara berangsur-angsur agar tidak tumpang tindih. Ini dilakukan agar semuanya berjalan dengan baik,” pungkas Ali Baal.

Mantan Bupati Polewali Mandar ini juga meminta para bupati se-Sulbar untuk menghimbau masyarakat untuk sabar menunggu dan tidak usah khawatir untuk tidak mendapatkan bantuan tersebut.

“Tidak usah khawatir semua kabupaten se-Sulbar akan dapat, jadi tolong dihimbau masyarakat untuk bisa sabar,” ucap Ali Baal.

Ali Baal juga meminta, kepada Kajati, BPK dan DPRD Sulbar, dan APIP untuk bersama -sama mengawal proses penyaluran bantuan tersebut agar berjalan dengan baik.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris DP , menambahkan pemberian bantuan sosial tersebut, harus satu komando sehingga konsolidasi data antara kabupaten dan provinsi bisa sama.

“Konsolidasi data antara kabupaten dan provinsi ini tidak boleh dianggap biasa terutama data berbasis sosial,” tandas Idris

Untuk itu, Idris meminta, para bupati untuk mengistruksikan Dinas Sosial, Dinas Koperindag dan Dinas Kesehatan agar benar-benar memberikan data yang terakhir dan valid.

“Hal ini perlu dilakukan sehingga kebijakan yang akan diambil Gubernur Sulbar bisa memenuhi target nasional, tepat sasaran dan tidak ada masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial yang ganda,” ucap Idris.

Kepala Dinas Sosial, Bau Akram Da’i menyampaikan, bantuan dari pemerintah pusat dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 91 ribu rumah tangga sasaran. Sedangkan bantuan hibah dari Kementerian Sosial menganggarkan BLT untuk 75 ribu KK.

“Itu berarti DTKS yang akan dibantu Pemprov Sulbar akan memenuhi dari semua unsur, yaitu bantuan langsung dalam bentuk sembako maupun BLT,”kata Bau Akram

Melalui Video Conference, Bau Akram sudah meminta Dinas Sosial kabupaten untuk secepatnya menindaklanjuti surat dari Kementerian Sosial terkait permintaan data, sehingga proses pemberian BLT tersebut dapat segera dilaksanakan.

“BLT akan diterima langsung oleh masyarakat melalui Kantor Pos dan Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) yang ada di Sulbar,” tambahnya.

(4r)

Komentar