oleh

Pembeli Serbu Telur Ayam Harga Murah

-Mamuju, Sulbar-36 views

2enam.com, Mamuju : Warga Mamuju menyerbu salah satu lods pedagang telur di Pasar Regional Mamuju lantaran harga telur dilods tersebut murah.

Telur yang biasanya dijual seharga Rp 40 ribu per rak, dilods tersebut dijual seharga Rp 100 ribu per empat rak dan Rp 100 ribu per tiga rak. Hal tersebut membuat beberapa warga Mamuju berbondong-bondong mendatangi lods tersebut untuk membeli telur.

Pemilik lods, Sury Yanti mengatakan, sudah dua hari ia menjual telur dengan harga murah, menurutnya harga tersebut merupakan faktor karena menumpuknya stok telur akibat penutupan pelabuhan dan akses untuk keluar Sulbar.

“Hari pertama habis seribu rak dalam waktu empat jam, habis tiga ribu rak , besok insya allah datang lagi empat ribu rak,” kata Sury saat ditemui di Pasar Regional Mamuju,Rabu(6/6/2020).

Namun, Sury mengkhawatirkan kerumunan pembeli yang terjadi dilodsnya, mengingat adanya himbauan pemerintah untuk tidak berkerumun, untuk itu mulai hari ini ia memberlakukan pesan antar bagi yang ingin membeli telur dilodsnya.

“Kami kasihan juga sama pembeli yang berdesak-desakan, makanya kami berlakukan pesan antar agar lebih aman dan nyaman,” ujar Sury.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Disdag) Mamuju, Assyabrie Rusli menyampaikan, pada umumnya harga telur dipasaran berangsur turun, hanya saja salah satu lods di Pasar Regional Mamuju mendapatkan pasokan telur dari mobil truk pengangkut telur yang tidak bisa menyebrang ke Kalimantan.

“Kami sudah pantau langsung dilapangan, memang benar ada satu lods yang menjual telur dengan harga murah, ini juga karena dampak Covid-19,” ujar Assyabrie.

Menurutnya, kurangnya aktivitas masyarakat seperti kegiatan rapat, seremonial dan acara pernikahan juga berpengaruh terhadap harga telur dan bahan pokok lainnya. Namun, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Disdag Mamuju akan terus melakukan pemantauan terkhusus bagi pedagang telur.

“Untuk hari ini harga telur memang turun, dari harga Rp 1.400 menjadi Rp 1.167 per butir. Kami akan monitoring selama seminggu kedepan untuk melihat perkembangan harganya,” tutup Assyabrie.

(MRz)

Komentar