oleh

Pembangunan Proyek Raksasa Perlu Dikawal

-Mamuju-0 views

2enam.com, Mamuju : Proyek pembangunan Manakarra Tower memasuki tahap dua. Proyek senila Rp 30 miliar itu perlu dikawal sehingga tak ada kelompok mengambil untung.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Muhammad Hassanal. Menurutnya, penting dikawal dan diadvokasi karena anggaran pembangunan landscape Mamuju sangat besar.

Apalagi, lanjut Hassanal, Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang diprakarsai Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, yang biasa mengawal jalannya proyek sudah dibubarkan.

“Sangat disayangkan memang dengan kebijakan pemerintah itu. Namun, sudah terlanjur. Makanya harus dikawal. Jangan sampai hanya merugikan rakyat,” ujar Hassanal, Sabtu 29 Februari.

Hassanal berharap, semua pihak agar ikut aktif mengawal jalannya pemerintahan dan setiap pembangunan proyek di Sulbar, khususnya Mamuju. Supaya tetap dalam koridor dan kepentingan rakyat.

“Tak hanya Manakarra Tower saja, tapi semua kegiatan yang bersumber dari uang rakyat,” jelasnya.

Sebab, Hassanal mengaku, sejak awal menolak rencana pembangunan Manakarra Tower. Ia menganggap, masih banyak yang perlu diperhatikan. Terutama mengenai pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan.

Bahkan, beberapa hari lalu di Mamuju masih ada pasien tak dibolehkan keluar rumah sakit larena tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan.

“Kita semua tahu masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mamuju, Awaluddin Latief, memastikan proyek tersebut tetap berlanjut. Saat ini, prosesnya masih review Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

“Bulan depan (Maret, red) baru lelang fisiknya di ULP (Unit Layanan Pengadaan, red). Insya Allah tidak terlambat karena proses lelangnya cepat,” tandas Awaluddin.

Untuk ketahui, anggaran pembangunan Manakarra Tower setinggi 70 meter bakal menghabiskan anggaran sebsesar Rp 30 miliar dari APBD.

Tahap pertama dikerjakan PT Citra Persada Tunggal pada November hingga Desember 2019 dengan tahap pemasangan tiang pancang. Anggarannya Rp 3,390 miliar. Proyek tersebut dikerjakan dengan sistem multi years atau bertahap.

(4d3)

Komentar