oleh

Pembakaran Tempurung Kelapa, Beroprasinya Perusahaan CV Bumi Indonesia Charcoal

-Mamuju, Sulbar-81 views

2enam.com, Mamuju, Pembakaran tempurung kelapa oleh Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, merupakan sebuah tanda dimulainya pengoperasian perusahaan CV Bumi Indonesia Charcoal di Dusun Passiangan, Desa Dungkait Tapalang Barat, Selasa (20/06).

Dengan melihat potensi kelapa yang berada di wilayah ini cukup besar, CV Bumi Indonesia Charcoal merupakan perusahaan yang bergerak dibidang ekonomi, mencoba untuk mengembangkan perusahaan tersebut dengan berbahan dasar buah kelapa, dimana perusahaan tersebut akan mendaur tempurung kelapa menjadi arang yang memiliki nilai konomi, sehingga masyarakat yang berada di wilayah tersebut  bisa membangun taraf hidup yang lebih baik.

perusahaan yang dinahkodai oleh Irwan Cahyadi SE ini telah memiliki visi dan misi untuk menjadikan wilayah Tapalang Barat sebagai wilayah industri untuk pengolahan kelapa,

“Dimana daerah ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri untuk Kabupaten Mamuju, dan bisa menjadi salah satu pelopor  kecamatan percontohan untuk daerah lain, selain itu juga meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat di wilayah tersebut”. Kata Irwan Cahyadi Komisaris CV. Bumi Indonesia Charcoal.

Lebih lanjut Irwan mengatakan dalam waktu dekat ini selain produksi arang pihaknya juga akan membuat prodak-prodak turunan lainnya seperti sabut dan air kelapa, “dan kedepan saya berharap penjualan buah kelapa utuh  tidak keluar dari Kabupaten Mamuju tetapi kita bisa bersama dalam hal pengolahannya dan menjadikan prodak ini menjadi prodak unggulan”.  Imbuh Irwan

Sementara itu di tempat yang sama Bupati mamuju dalam sambutannya menjelaskan bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan yang layak kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju karena perusahaan seperti ini yang bisa di jadikan contoh, “bukan perusahaan yang hanya datang surfei berapa lama, kemudian tiba-tiba pergi atau hilang tanpa sepengetahuan kita”. Ungkap Habsi.

Dikatakan  dengan harga Rp 45.000 tempurung perkarung, ini bisa menopang perekonomian masyarakat, “dulu kelapa itu setelah isi atau dagingnya kita ambil tempurungnya itu kita buang saja atau kita jadikan kebutuhan dapur, namun sekarang ini tempurung tersebut sudah memiliki nilai ekonomi, untuk membantu kebutuhan masyarakat”. Terangnya.

Ia juga berharap kepada perusahaan ini agar tidak mempermainkan harga, jujur menyampaikan harga yang sebenarnya kepada masyarakat, “jangan lagi ada calo-calo Kalau ketahuan mempermainkan harga saya akan cabut isin lokasi ini”. Jelas Habsi (HMS-Sy*).

Komentar