oleh

Ombudsman dan Polda Sulbar, Gelar Sosialisasi Mekanisme Jemput Paksa

2enam.com, Mamuju, Menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara  Ombudsman Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, Kamis, (08/06/17) Jajaran Itwasum Mabes Polri dan Ombudsman RI menggelar Sosialisasi Nota Kesepahaman serta Mekanisme Penghadiran Paksa, Yang dilaksanakan di Polda Sulbar.
 Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulbar Kombes Pol Drs. Tajuddin, MH bersama Prof. Adrianus Meliala, Pimpinan Ombudsman RI. dan dihadiri Tim Itwasum Mabes Polri, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar beserta Jajarannya, Para PJU Polda Sulbar, Para Kasat Reskrim Jajaran Polda Sulbar, Para Kasat Lantas Jajaran Polda Sulbar, dan seluruh personil yang dilibatkan.
 
Wakapolda Sulbar dalam kesempatannya, mengatakan di Kepolisian Republik Indonesia pemberian bantuan teknis untuk menghadirkan secara paksa terlapor maupun saksi yang tidak memenuhi panggilan Ombudsman RI, hanya dapat dilakukan setelah medapatkan panggilan sebanyak tiga kali berturut-turut dengan alasan yang sah. Tuturnya
 
Pada kesempatan yang sama, Wakapolda juga mengatakan akan berupaya untuk memanggil langsung pihak yang dilaporkan masyarakat ke Ombudsman RI dan akan langsung diminta untuk menghadap. Selain itu Polri dalam hal ini Polda Sulbar siap mendampingi Ombudsman dalam memanggil para pihak, yang akan diklarifikasi terkait aduan masyarakat. Tambahnya
 
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar, Lukman Umar, menjelaskan kesepakatan dibuat sebagai panduan kedua lembaga ini, terkait penyelesaian pengaduan masyarakat dalam rangka  meningkatkan kualitas kerja sama dalam penyelesaian laporan masyarakat, “salah satu bentuk kerjasama itu adalah pemanggilan paksa bagi terlapor atau saksi yang mangkir dari  panggilan Ombudsman,” Tutup Lukman Umar (Hms OS*)

Komentar