oleh

Ombudsman Bersama Sekda dan Itda Kab. Mamasa, Komitmen Tuntaskan Aduan Desa Pidara

-Sulbar-2 views
2enam.com, Mamuju : Tim pemeriksa Ombudsman Sulawesi Barat, akhirnya menyerahkan laporan   akhir hasil pemeriksaan (LAHP)  atas laporan dugaan penyimpangan prosedur oleh pemerintah Desa Pidara, Kecamatan Balla, Kab. Mamasa, terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa Pidara pada tahun 2019.

LAHP tersebut, diterima langsung Inspektur Inspektorat Kabupaten Mamasa, dikantor Ombudsman RI Sulbar.Ombudsman sebagai  pengawas eksternal dalam pelayanan publik. Sedangkan inspektorat adalah pengawas internal untuk memaksimalkan tindaklanjut aduan masyarakat. kedua lembaga ini harus selalu bersinergi. ujar Nurul Alif Densi Asisten Ombudsman Sulbar (07/08/20).

Dalam pengawasan pelayanan publik, Ombudsman dan Inspektorat harus saling mendukung. Nurul Alif  mencontohkan, jika ada masyarakat yang mengadu ke Ombudsman karena merasa pelayanan publik kurang memuaskan kemudian diterima dan ditelaah Ombudsman, hasilnya akan  diselesaikan di Inspektorat.

“Makanya ombudsman selalu berkoordinasi dengan inspektorat, untuk segera menyelesaikan permasalahan pelayanan publik dengan cepat,” ujar Alif

Terkait aduan Desa Pidara, hasil pemeriksaan dan pendapat tim pemeriksa Ombudsman menyimpulkan bahwa telah terjadi Maladmlnistrasi pada proses pemberhentian perangkat Desa Pidara.

Adapun bentuk Maladministrasi yang terjadi adalah penyimpangan prosedur oleh terlapor dengan melakukan pemberhentian tanpa alasan yang jelas serta tidak melalui mekanisme konsultasi dan rekomendasi tertulis dari Pemerintah Kecamatan Balla.

Sebagai tindakan Korektif atau saran dari Ombudsman, tim pemeriksa meminta terlapor dalam hal ini Kepala Desa Pidara, segera melakukan tindakan korektif sebagai berikut:

Melakukan  koordinasi dengan  Pemerintah  Kecamatan  Balla, terkait  proses  pembatalan Surat Keputusan Kepala Desa Pidara Nomor : 093/003/KPTS.DPNlll/2019  Tentang Pemberhentian dan  Pengangkatan
Kepala Urusan Keuangan Lingkup Pemerintah Desa Pidara.

Melakukan      pembatalan      Surat      Keputusan      Kepala      Desa      Pidara      Nomor: 093/003/KPTS.DPNlll/2019 Tentang  Pemberhentian dan  Pengangkatan  Kepala  Urusan Keuangan  Lingkup  Pemerintah  Desa  Pidara  yang  ditetapkan  melalui  surat  keputusan kepala desa, serta mengembalikan perangkat desa yang diberhentikan pada jabatannya masing-masing.

Tim pemeriksa Ombudsman, juga meminta pemerintah Kecamatan Balla dan Pemerintah Kab.  Mamasa, ikut melaksanakan saran korektif Ombudsman. “melalui Inspektorat dan Camat Pemda kami minta melakukan pengawasan secara keseluruhan terhadap proses pelaksanaan tindakan korektif
Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat atas tindakan Maladministrasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Pidara,” terang Alif

Tim Ombudsman  RI Perwakilan  Sulawesi Barat memberikan  waktu kepada terlapor untuk melaksanakan   tindakan  korektif selama 30 hari dan setelahnya akan dilakukan monitoring untuk memastikan saran perbaikan tersebut dilaksanakan dengan baik.

(Humas ORI Sulbar)

Komentar