oleh

Oknum Bidan Terbukti Lakukan Pungli

-Mamuju-10 views

2enam.com, Mamuju : Oknum Bidan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Bebanga, Kalukku terbukti melakukan Pungutan Liar (Pungli) ke pasiennya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinkes Mamuju, drg Firmon. Menurutnya ia telah melakukan pemanggilan terhadap oknum bidan tersebut. Bidan itu mengakui telah melakukan pemungutan liar terhadap warga .

“Saya kenakan sanksi. Sanksi yang pertama harus mengembalikan uang itu,” kata dg Firmon, Selasa 27 Oktober.

Selain itu, bidan tersebut dipindahkan dari Poskesdes ke Dinkes Mamuju untuk dibina.

“Kalau masih berulah kita serahkan ke bupati untuk tindakan selanjutnya,” bebernya.

Sebelumnya, praktik pungli di diduga terjadi di Poskesdes Bebanga Kalukku.

Adalah, Sudarman (35) warga Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku yang dimintai uang Rp 700 ribu oleh pihak Poskesdes tersebut.

“Saya diminta oleh bidan untuk membayar sejumlah uang untuk biaya persalinan istri saya. Alasannya untuk pembayaran denda BPJS istri saya yang menunggak,” kata Sudarman, Senin 26 Oktober 2020.

Karena ketidaktahuannya itu, Sudarman terpaksa meminjam uang ke rekannya agar bisa membayar permintaan salah satu bidan tersebut.

“Saya sudah memperlihatkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu, red) tetapi bidannya tidak mau menerimanya,” ujar Sudarman.

Kepala Puskesmas Tampa Padang, Subhan Dg. Masimpa mengaku, sudah melakukan konfirmasi kepada dua pihak. Yakni, bidan yang menangani pasien dan Sudarman.

“Penyampaian bidan kepada Sudarman kalau BPJS istrinya sudah tidak aktif. Jadi, otomatis bidan tidak bisa mengklaim ke pemerintah jasanya,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Subhan, bidan yang bersangkutan mengaku kalau tidak mematok jumlah uang tersebut.

“Hanya kerelaan saja, berapa (semampunya, red) ujar Subhan.

Subhan menegaskan, bakal melakukan konfirmasi dan mencari kebenaran dalam persoalan ini.

“yang jelas dalam Perbup Nomor 6 tahun 2005, Puskesmas dan Pustu, tidak boleh ada pungutan,” jelasnya.

MAR10

Komentar