oleh

MWR : Kita Memilih Bupati dan Wakil Bupati Hanya Sekali Dalam Lima Tahun

2enam.com, Mamuju : Pada 9 Desember 2020 Mendatang, kita memilih bupati dan wakil bupati hanya sekali dalam lima tahun, jadi kita pilih kandidat yang kuat dan yang bakalan duduk

Kita pasti sudah mendapat informasi bahwa ini yang bagus nanti untuk kehidupan kita ke depan

Apalagi saya lihat yang ada disini mayoritas keluarga saya dari kabupaten Mamasa.

Kenapa saya katakan pilih kandidat yang kuat karena jangankan duduk biasa kandidat kita tidak memperhatikan apalagi kalau tidak duduk, sama halnya kita berpegang pada kayu yang rapuh.

Makanya saya benarkan apa yang disampaikan oleh anggota DPRD Mamuju Ramliati tadi bahwa kita jangan mau dicuci otaknya.

Karena saya tahu kita ini orang beradat mepairang (orang yang berpegang pada sikap dan tawakal).

Kita adalah orang yang berpegang pada sikap “MESA KADA DIPOTUHO PANTANG KADA DIPOMATE”

Jadi ketika pada pemilihan nanti kita mau bagi-bagi suara kita atau terbagi-bagi pilihan kita maka selamanya kita akan begini terus.

Waktu pemilihan sisa 16 hari, kita jangan mau suara kita selalu dibeli hanya dengan uang seratus ribu.

Didepan masyarakat Pokkang, Munandar Wijaya kembali menegaskan bahwa jika persoalan kepentingan pribadinya tidak mungkin mau turun ke Mamuju ini untuk berkampanye, tetapi karena melihat pasangan Sutinah-Ado ini yang akan bisa membangun daerah ini maju lebih baik.

Munandar mengajak masyarakat agar tidak termakan isu-isu media sosial yang banyak kebohongan. Namun yang jelas kata Munandar adalah survey pasangan Tina-Ado semakin hari semakin naik.

Untuk menyakinkan masyarakat Pokkang, Munandar bercerita soal pilbup Mamasa beberapa tahun lalu, dimana ayahnya merupakan pertahanan yang saat ini terpilih kembali jadi bupati Mamasa.

“Kemarin pak Ramlan berani maju karena survey angka kemenangannya 60 persen, bahkan tidak ada lawannya (kotak kosong) makanya dia menang sebagai petahana.

Tapi jika incumbent maju dengan survey dibawa 50 persen, maka yakinlah ujung-ujungnya nanti 20 atau 30 persen itupun kalau kerja betulan.

Sementara Sutinah-Ado ini yang baru pertama maju angka kemenangannya semakin hari semakin naik.

Pegang kata-kata saya ini, insyaallah pemenang 9 Desember nanti adalah nomor urut 1 pasangan Tina-Ado.

Jadi semua tinggl kita semua yang berpikir, jangan sampai kita menang tetapi tidak mendapat perhatian nantinya jika

Karena kami juga tidak bisa mengingatkan Sutinah-Ado untuk memperhatikan daerah ini jika suaranya disini sedikit. Sebab, masih banyak desa-desa lainya yang siap memenangkan Sutinah-Ado.

Ia mengambil contoh Salahsatu desa di daerah Kabupaten Mamasa yang memilik DPT sedikit namun saat ini sudah banyak mengalami perbaikan maju, sebab mereka kompak sehingga banyak perhatian pemerintah ke daerahnya.

“Kalau mau daerah kita Maju, kuncinya hanya satu yaitu komitmen kekompakan. Karena biar DPT di kampung kita besar kalau suara kita dibagi-bagi maka tidak ada akan berguna.

Kuantitas tidak sebanding dengan kualitas maka kita tidak akan pernah diperhatikan. Kita akan selalu dilihat sebelah mata oleh orang.

Yang perlu saya tegaskan disini bahwa tidak mungkin mau turun di Mamuju ini mendukung Salahsatu calon kalau calonnya itu lemah, tetapi karena calonnya kuat maka kami berani hadiri disini.

Dan hal yang tidak kalah penting yang perlu dipahami adalah kandidat yang komitmen, sebagaimana prinsip kita bahwa kita berpegang pada ucapan.

yang kemarin kita sudah rasakan, dan apa yang terjadi, jangan kita selalu mau jadi pengemis yang nanti ada palang jalanan baru ada lagi kita dapat.

Saya yakin Sutinah-Ado ini orangnya komitmen yang ucapannya bisa dipegang dan bisa dipercaya.

M4R10

Komentar