oleh

Munandar Wijaya Tanggapi Pernyataan Petahana

-Mamuju-16 views

2enam.com, Mamuju : Pasangan Calon (Paslon) Petahana, Habsi Wahid bersama Irwan Pababari, sebut bahwa penyebab pertumbuhan angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju adalah semakin banyaknya pendatang.

“Rata-rata orang yang datang di Mamuju para pencari kerja, jadi itu yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan,” kata Paslon Petahana, Habsi Wahid, Sabtu 31 Oktober 2020.

Habsi Wahid mengungkapkan hal tersebut saat menjawab pertanyaan dari Paslon Penantang, Siti Sutinah Suhardi bersama Ado Mas’ud, terkait peningkatan angka kemiskinan pada debat kandidat pertama Pilkada Mamuju 2020.

“Mereka tidak memiliki keterampilan, sehingga tingkat pendapatan mereka rendah,” katanya.

Menanggapi pernyataan Paslon Petahana tersebut, salah satu warga pendatang yang berasal dari PUS, Munandar Wijaya mengaku tersinggung.

“Sebagai seorang petani muda yang menggarap beberapa hektare tanah di Mamuju, saya terganggu dengan pernyataan itu,” kata Munandar.

Dia mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Mamuju berupaya mengembangkan sektor pertanian dengan melibatkan beberapa keluarga untuk menjadi karyawan dan mendapat penghasilan.

“Justru kedatangan kami di Mamuju dianggap sebagai penyebab pertumbuhan kemiskinan,” katanya.

Sehingga Munandar Wijaya menganggap adanya struktur berfikir dari Paslon Petahana yang kurang bagus, sehingga menimbulkan ketersinggungan terhadap para pendatang.

“Saya yakin Mamuju ini terbangun tidak lain karena para pendatang,” kata Munandar Wijaya.

Diketahui bahwa secara absolut angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Pada tahun 2016 sebanyak 17.470 jiwa warga miskin di Mamuju Sulbar, tahun 2017 sebanyak 19.110 jiwa, tahun 2018 20.420 jiwa, serta tahun 2019 sebanyak 20.570 jiwa, sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh BPS Mamuju.

M4R10

Komentar