oleh

Menderita Polio Sejak Kecil Dewi Membutuhkan Bantuan

2enam.com, Mamuju : Hidup dibawah garis kemiskinan dan divonis oleh dokter menderita penyakit Polio sejak umur dua tahun, Dewi (17) saat ini membutuhkan uluran tangan dari para derwawan untuk dapat berobat.

Bungsu dari dua bersaudara, anak dari pasangan Hada (44) dan Daeng (42) yang merupakan warga Desa Patti’di, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawei Barat ini kondisinya sungguh memperihatinkan.

Berdasarkan pengakuan Hada ibunda Dewi, tubuh anaknya kini semakin mengecil dan tak bisa berjalan karena Polio, apa lagi dokter juga memvonisnya menderita penyakit Celebral Palsy yang mempengaruhi gerakan tubuh akibat cedera otak yang bermasalah.

“Tubuh Dewi semakin kecil, kaki tangannya juga kecil, sehingga dewi tidak tidak bisa jalan, hampir juga tidak ada suaranya dan perkembangan otaknya terganggu juga,” ujar Hada bercerita mengenai kondisi anaknya, Selasa (29/01/19).

Hada sempat tidak menerima vonis dokter yang mengatakan anaknya mederita Polio dan Celebral Palsy, karena Dewi sejak kecil selalu mendapatkan imunisasi.

“Saya sempat tidak terima kalau dia menderita Polio, karena imunisasinya lengkap,” ucap Hada.

Hada dan suami yang tinggal di gubuk bambu beratapkan daun rumbia ini mengungkapkan, sebelumnya Dewi pernah ia bawa ke rumah sakit untuk berobat, namun dibawa kembali kerumah dikarenakan terkendala biaya.

“Pernah ke rumah sakit, tapi biaya mahal jadi dirawat seadanya di rumah saja, kami juga tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat,” ungkap Hada.

Saat ini orang tua Dewi hanya berharap, anak bisa mendapatkan bantuan dari dermawan atau pemerintah, sehingga kondisinya bisa membaik.

“Saya berharap adanya bantuan dari relawan dan pemerintah untuk biaya pengobatan, karena semakin hari kondisi anak saya semakin parah,” harap Hada. (74b*)

Komentar