oleh

Masyarakat Tolak Tempat {embuangan Sampah Di Kecamatan Balanipa

2enam.com, Polman : Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam hal ini Bupati Polewali Mandar ANDI IBRAHIM MASDAR menetapkan TPA dikecamatan Balanipa . TPA  yang sebelumnya berada di Kecamatan Binuang itu ditolak oleh mansyarakatnya akibat pengelolah sampah tidak masksimal yang akhirnya menimbulkan bau busuk dan menganggu aktivitas masyarakat dalam bekerja.

Dan langkah yang di ambil oleh pemerintah Kabupatan adalah memindahkan TPA ke Kecamatan Loyu dan masyarakat langsung menolak adanya perpindahan TPA itu karena kemungkinan juga terjadi seperti Kecamatan Luyo . Di tolaknya TPA di kecamatan Loyo akhirnya pemerintah kecamatan Balanipa merespon dengan baik dan menerima TPA di Kecamatan Balanipa

Pemindahan TPA di Kecamatan Balanipa  menjadi pembasahan yang sangat krusial dikalangan masyarakat setempat dan media hingga mahasiswa/Pemuda dan Masyarakat membentuk ALIANSI MAHASISWA/PEMUDA BALANIPA untuk menolak TPA diKecamatan BALANIPA di Kelurahan Balanipa dengan mempertimbangankan kondisi masyarakat di antaranya adalah 2 Kecamatan menolak TPA (Kecamatan Binunag dan Kecamatan Luyo), pencemaran Lingkungan Dekat dengan Jl. Provensi, Berada diwilayah lahan tani Subur, Dekat Aliran sungai bersih, Pelayanan Kesehatan (Puskesmas Pambusuang), Dekat area sekolah (SMPN 2 BALANIPA), Wilayah TPA potensi Longsor dan Sosialisasi dan Transparansi tentang TPA ini tidak ada Ujar Asfim salah satu Pemuda Balanipa Desa Lego

 Namun Proses Pembuangan sampah terus menerus dilakukan Di kecamatan Balanipa dari sampah yang di angkut di Kecamatan Luyo, hingga pemuda dan mahasiswa serta masyarakat untuk menghentikan proses pembuangan sampah dan TPA yang akan di tempatkan dibalanipa itu juga sangat bertentangan dengan UU PASAL 18 TAHUN 2018 tentang pengelolahan sampah ujar Asfim

Setelah mendapatkan dukungan moril dari masyarakat maka masyarakat setempat siapa juga untuk mengadakan DEMONSTRASI ataupun Audensi dengan pemerintah Kecamatan dan Daerah .

rls

Komentar