oleh

Marasa Corner Ruang Publik Ramah Anak

2enam.com, Mamuju : Mamuju kembali memiliki ruang publik ramah anak. Destinasi baru tersebut diproyeksi dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bagian Rumah Tangga, Biro Umum dan Protokol, Anshar Malle, mengatakan, Marasa Corner yang dibuat berangkat dari aksi nyata agen perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Makassar.

Marasa Corner dibuat dengan konsep taman yang nyaman, ramah dan sehat untuk ASN bekerja sambil berwisata. Sejalan dengan visi misi Gubernur Sulawesi Barat. Mengarusutamakan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Untuk jangka pendeknya ada area bagi ASN dan masyarakat untuk bekerja sambil berwisata, untuk Jangka menengah ingin mewujudkan sebagai destinasi wisata di Mamuju bahkan dalam lingkup Sulbar, dan menjadikan marasa corner sebagai taman mini Sulbar,” sebut Anshar.

Nantinya, lanjut Anshar, taman ini tidak hanya dibuka untuk  ASN tetapi juga kalangan umum meski dengan pembatasan waktu dan penerapan protokol kesehatan.

Marasa Corner hadir atas hasil swadaya dan bantuan dari berbagai pihak. Hadirnya taman tersebut dapat menjadi satu pendapatan baru khusunya.

“Mitra kerja sangat antusias membantu bahkan ada yang membantu dengan anggaran yang puluhan juta, kemudian dibantu gerakan satu sama yaitu gerakan membantu sesama manusia, dengan Gerakan satu ASN 3 bunga,” ungkapnya.

Dana yang terkumpul pada program pembangunan taman tersebut senilai Rp 312, juta. Dana yang dikeluarkan sebesar Rp 296 juta. Sisanya digunakan mengembangkan perawatan taman.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Makassar, Sulawesi Selatan yang diwakili Hamsah, sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh Anshar Malle.

“Dalam ruang lingkup kantor dituntut memiliki lingkungan kantor aman dan nyaman serta semangat dalam bekerja,” ucapnya.

Menurutnya, program tersebut merupakan hal positif bisa mempengaruhi seluruh stekholder untuk mencintai lingkungan, dengan menata ruang terbuka untuk dijadikan Marasa.

“Ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada di lingkungan kantor” ujarnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan adalah hal yang luar biasa. Menyulap lahan rawa-rawa menjadi area yang menarik. Inovasi tersebut adalah contoh berfikir kreatif dan bekerja kreatif.

“Marasa Corner merupakan contoh proyek perubahan, hal ini semoga menjadi pemicu sekaligus pemacu ASN lain terutama para pejabat untuk berfikir inovatif,” kata Ali Baal.

Ia juga menambahkan, marasa corner tersebut sangat cocok bagi ASN dan juga masyarakat menjadi tempat kerja di alam terbuka.

“Kita mau pengelolaan Marasa corner dilakukan dengan profesional, khusunya memberi kesempatan bagi para pelaku UKM, UMKM, mengembangkan usaha dengan menjadikan marasa corner menjadi icon,” umbarnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal, menjelaskan bahwa kedepan marasa corner akan bekerja sama untuk membuat stand bagi para pelaku usaha khususnya pelaku usaha kerajinan.

M4R10

Komentar