oleh

Mamuju Sehat Melalui Program Angngatanku Sehat Keren

2enam.com, Mamuju : Tiga bulan pasca bencana gempa bumi 15 Januari 2021 lalu, Pemkab Mamuju masih terus bekerja sama dengan Lembaga/Mitra Relawan melakukan pembenahan di segala sektor. Salah satunya sektor kesehatan yang tergabung di Kelompok Kerja (POKJA) Kesehatan, dalam naungan Satgas pemulihan dan Rehabilitasi/Rekonstruksi Penanganan Pasca Gempa Bumi Kabupaten Mamuju.

Pada Selasa, 6 April 2021, dalam Program Sapota Talkshow di LPPL Radio Suara Manakarra 95,2 FM, Dewi Sundari, SKM, M. Kes, selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju sekaligus Vocal Point Pokja Kesehatan, memaparkan salah satu program yang akan dicanangkan yakni Angngatanku Sehat Keren (ASEK)

ASEK merupakan adaptasi dari program nasional, GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Indikatornya terdiri dari melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, menjauhi rokok dan alkohol, periksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban. Dewi Sundari memaparkan bahwa program ASEK dilatarbelakangi oleh hasil analisis masalah yang dihadapi pasca gempa bumi lalu.

“Ada triple burden, tiga masalah kesehatan yang muncul setelah gempa, yakni meningkatnya penyakit menular dan penyakit tidak menular, serta masalah kesehatan lain bermunculan kembali. Kami tidak dapat menyelesaikan ini sendiri, sehingga kami masih sangat membutuhkan bantuan dari volunteer agar kami dapat menangani masalah-masalah ini bersama.” terang Dewi Sundari dalam wawancara di Sapota Talkshow.

Adapun tujuan dari program ASEK, menurut Dewi Sundari, adalah agar program ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah setempat, karena ini dapat meminimalisir berbagai permasalahan kesehatan yang muncul khususnya pasca gempa bumi lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan bersama-sama antara masyarakat, pemerintah, lembaga dan akademisi.

“Kita akan melakukan launching ASEK ini pada tanggal 10 April 2021 di Desa Tapalang, sebagai desa yang paling terdampak, dan sesuai dengan data dari Tagana bahwa warga Desa Tapalang yang sampai hari ini paling banyak mengungsi. Pada 10 April itulah kita akan melakukan sosialisasi mengenai apa saja keterlibatan masyarakat yang dibutuhkan.” pungkasnya.

Sejauh ini Pokja Kesehatan sudah melakukan berbagai persiapan di antaranya 5 kecamatan dan 8 Puskesmas sudah membentuk Forum ASEK sebagai perpanjangan tangan ke masyarakat dalam mengkampanyekan program ASEK sekaligus untuk mengevaluasi hasil dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalamnya.

(Diskominfosandi – AF)

Komentar