oleh

Luput Dicoklit, 158 WNA Lolos di DPT

2enam.com, Mamuju : Proses pencocokan dan penelitian (coklit) KPU tak maksimal disinyalir jadi pemicu lolosnya 158 Warga Negara Asing (WNA) dalam DPT di Indonesia.

Menurut Komisioner Bawaslu RI Divisi Hukum, Fritz Edward Siregar, coklit tak maksimal. Hanya mendatangi beberapa rumah saja. Akibatnya, WNA luput dari pantauan dan verifikasi kewarganegaraan. Sementara penggunaan hak pilih hanya berlaku bagi warga negara Indonesia.

Dia menyebutkan WNA itu tersebar di beberapa provinsi. Di antaranya 36 WNA di Provinsi Bali, 7 Banten, 10 Yogyakarta, 1 Jakarta, 1 Jambi, 29 Jawa Barat, 18 Jawa Tengah, 37 Jawa Timur, 2 Kalimantan Barat, 1 Bangka Belitung, 1 Lampung, 6 Nusa Tenggara Barat, 2 Sulawesi Utara, 6 Sumatera Barat, dan 1 orang di Sulawesi Tengah.

“Tidak ada hubungan antara KTP-el WNI dan WNA. Tapi faktanya ada dalam DPT. Penyebabnya coklit tak sempurna,” ujar Fritz, di d’Maleo Hotel and Convention, Jumat 8 Maret, petang.

Menurutnya, jika coklit terlaksana maksimal, maka data bermasalah tak akan mencuat. Apalagi WNA yang seharusnya diketahui di luar kepala.

“Seandainya coklit sempurna, maka tidak akan masuk DPT. Langsung dicoret. Perlu segera ditindaklanjuti guna membersihkan data bermasalah dalam DPT” sebutnya. (Saharuddin Nasrun/red*)

Komentar