oleh

Ketua Forum GTT-PTT Menilai Pemprov Menambah Masalah

-Sulbar-6 views

2enam.com, Mamuju , – Masalah baru muncul usai penerbitan SK ribuan honorer Pegawai Tidak Tetap dan Guru Tidak Tetap (PTT-GTT) di Sulbar. Forum PTT-GTT menemukan nama tiba-tiba muncul alias “siluman.”

Ketua Forum PTT-GTT Sulbar, Asraruddin mengatakan pihaknya yang menerima salinan daftar nama-nama yang di SK-kan langsung melakukan pengecekan. Hasilnya ditemukan ada yang sudah PNS, orangnya sudah meninggal dan yang paling parah ada nama tetapi tidak pernah mengabdi di sekolah.

“Kami sangat menyayangkan SK keluar dari Pemprov yang hasil verifikasi mereka ternyata masih ada SK siluman,” katanya.

Temuan lainnya dari data itu yakni ada yang selama ini mengabdi bertahun-tahun malah tidak masuk dalam daftar penerima SK. “Ada nama tapi tak pernah mengabdi, orangnya yang sudah pindah ke kabupaten lainnya malah yang tersingkir adalah orang yang mengbdi,” katanya.

Pihaknya saat ini sementara menginput data tersebut untuk disatukan. Kemudian akan dipetakan nama-namanya, titik sekolah dan orang yang mengabdi tetapi tidak masuk dalam daftar penerima SK.

“Kiranya ini jadi bahan perhatian bagi Sekprov dan Kadis Pendidikan Sulbar karena akan ada orang makan gaji buta karena tak pernah mengabdi. Andaikan kami diperintahkan mengecek kelapangan secara langsung walau tanpa SPPD kami siap walau menyita waktu kami. Kami punya pengurus lengkap tiap kabupaten, kami punya perwakilan tiap sekolah tetapi Pemrov melakukan verifikasi disertai SPPD (biaya perjalanan) tetapi masih ada juga yang kebobolan,”katanya.

Akhirnya, dia menuding verifikasi yang sudah tujuh kali dilakukan selama ini oleh Disdik Sulbar hanya menghabiskan anggaran belaka. Bukannya menyelesaikan masalah, malah menimbulkan masalah baru.

“Kami menganggap bahwa yang turun hanyalah sekedar menjalankan aktivitas tanpa dibarengi niat yang baik untuk menyelesaikan persoalan malah menambah persoalan,”katanya.

Dia sudah mengarahkan seluruh PTT-GTT di sekolah-sekolah untuk mengecek tiap nama yang di SK-kan Pemprov, supaya nama siluman yang tiba-tiba masuk bisa dengan mudah dideteksi.

“Kami sekarang mengarahkan teman-teman untuk mengecek ulang data SK kontrak yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Sulbar. InsyaAllah kami akan menyetor berkas yang bermasalah karena kami prihatin terhdap pendidikan di Sulbar,” katanya.

Asraruddin juga mengaku tidak segan-segan melaporkan kepala sekolah yang diduga nakal dengan memasukkan nama-nama baru dengan kepentingan tertentu. Sementara yang selama ini mengabdi malah disingkirkan .

“Saya berharap agar Kadis Pendidikan sudah saatnya verifikasi juga kepsek yang bermasalah yang banyak melanggar aturan dan tidak bertanggungjawab seperti ini dnegan mudah menghilangkan hak orang lain,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Arifuddin Toppo yang dikonfirmasi FAJAR mengatakan atas temuan Forum PTT GTT ini pihaknya akan memanggil tim verifikasi untuk meminta penjelasan.

“Saya mau panggil tim, Kabid PTK bersama timnya karena ini terpadu turun,” singkatnya.

(Eka)

Komentar