oleh

Ombudsman dan PTSP Se-Sulbar, Sepakat Dorong Semangat Kolaborasi Perbaikan Layanan

-Sulbar-2 views
2enam.com, Mamuju : Dalam rangka percepatan dan peningkatan penanaman modal dan pelayanan publik,  Ombudsman menilai perlu  penyederhanan prosedur dan regulasi.

Hal itu disampaikan Lukman Umar di tengah rapat terbatas dengan kepala DPM-PTSP se-Sulawesi Barat yang dilaksanakan di kantor DPM- PTSP Sulbar. (25/08/20)“Kemudahan layanan adalah bagian dari upaya untuk menciptakan sebuah iklim investasi, semoga pertemuan kita hari ini memberi kontribusi positif dalam hal perbaikan sistem penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu di Sulawesi Barat,” terang Lukman.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan secara terbatas tersebut, lahir beberapa poin yang akan menjadi perhatian bersama, kaitannya dengan kendala-kendala yang dialami pihak DPM-PTSP di daerah, mulai dari Polman sampai ke Pasngkayu.

Seperti di Mamuju,  Rahmat selaku kepala PTSP Mamuju mengungkapkan, keterbatasan anggaran di BPM-PTSP dan beberapa perangkat yang harus dilengkapi, ikut berpengaruh pada capaian program. Ia juga menilai pentingnya sokongan OPD Teknis lainnya.

Adapun dari Kepala PTSP Majene, menilai pentingnya kegiatan promosi potensi daerah untuk menarik minat investor, namun demikian Badan Penanaman Modal dan PTSP tidak memiliki dana untuk program promosi.

Selain sokongan dana promosi yang perlu mendapat perhatian kedepan,  Kepala PTSP Majene juga meminta akses kepada PTSP Sulbar khusunya kepada nelayan  di setiap kabupaten agar dimudahkan  dalam pengurusan surat ijin melaut.

Secara kelembagaan Lukman menyampaikan, Ombudsman sebagai lembaga Negara pengawas pelayanan publik, senantiasa bersedia membangun sinergi.

“Kami senantiasa bersedia jika diminta memberikan masukan dan koreksi dan secara kewenangan beradasarkan UU kami bisa melakukan itu,” ungkanya.

Sedangkan Kepala DPM-PTSP Sulbar, Rahmat Sanusi menyampaikan apresiasi atas kehadiran semua pihak, ia juga berjanji beberapa poin yang lahir dalam pertemuan tersebut, akan menjadi atensi untuk ditindaklanjuti kedepannya.

Rahmat Sanusi juga menginginkan kedepan pertemuan terbatas ini bisa dilaksanakan secara rutin. “Kita berharap pertemuan ini bukan yang terakhir tapi  tetap berkesinambungan, maksimal kita bisa laksanakan secara rutin 3 bulan sekali, kalau hari ini di Mamuju, semoga kedepan di Majene atau Pasangkayu,” pungkas Rahmat.

(Humas ORI Sulbar)

Komentar