oleh

Kasus Penipuan CPNS Terungkap, Pelaku Masih Berkeliaran

-Mamuju, Sulbar-12 views

2enam.com, Mamuju : Tindakpidana penipuan penerimaan CPNS 2017/2018 yang mencatut Kemenkumham Sulbar terungkap. Polda Sulbar menetapkan perempuan Iw (41) sebagai pelaku.

Warga Polewali Mandar itu melancarkan aksinya di Polman, Majene, Mamuju, Bulukumba, Malang, Bali dan Jakarta. Disinyalir korban mencapai 100 orang. Namun yang terdata masih 75 orang dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 2,8 miliar. Ironisnya pelaku merupakan salah satu calon anggota DPRD Sulbar dari Dapil Sulbar 3.

“Pelaku sudah dketahui. Sisa penjemputan di Makassar setelah ada pemberitahuan dari Krimum,” ujar Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura, Jumat 18 Januari.

Wadir Krimum Polda Sulbar, AKBP Iskandar menambahkan, pelaku menjalankan aksinya dengan iming-iming. Dia mengaku mampu meluluskan korban menjadi PNS. Dengan catatan, mereka harus menyetor uang muka sebanyak Rp 100 juta.

“Setelah SK pengangkatan bodong terbit. Korban kembali diminta melunasi dengan anggaran yang sama. Sehingga totalnya Rp 200 juta. Dana diterima tunai dan via transfer. Tapi kenyataannya tak satu pun yang lulus,” sebutnya.

Guna meyakinkan korban, pelaku memberangkatkan korban ke Malang di Perumahan dekat Kompleks AURI selama 5 hari. Disana mereka mengikuti kegiatan latihan jasmani yang dilatih oleh personel AURI. Tak hanya itu, mereka pun mengikuti tes psiko.

AKBP Iskandar melanjutkan, setelah itu, korban kembali dibawa ke Bali selama 7 hari dan mengikuti pembekalan ala CPNS. Tak sampai disitu saja, setelah dua kegiatan usai, pelaku kembali mengumbar janji kepad korban untuk mempertemukannya dengan petinggi Kemenkumham RI, di Jakarta. Ternyata itu hanya umbaran janji belaka.

Usai mengikuti pelbagai kegiatan, korban akhirnya menerima SK pengangkatan pegawai dari Kemenkumham. Ditandatangani Kepala Kemekumham Sulbar dan ditetapkan di Mamuju, 29 November 2017.

“Ironisnya NIK sama, yakni KEP.W.33.252.KP.03.01 Tahun 2017. Berdasarkan penyelidikan kami tak satu pun pejabat Kemekumham terlibat. Murni inisiatif pelaku. Atas perbuatannya diancam
Pasal 378 Jo 55 (1) ke 1 KUHP tentang penipuan,” tandas AKBP Iskandar. (54h*)

Komentar