oleh

Kadis Pendidikan Sulbar; Saya Heran Jika Dikatakan Ada ‘Siluman’

-Sulbar-6 views

2enam.com, Mamuju, – Terkait SK honorer dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) yang dianggap Forum Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT), Kapala Dinas (Kadis) Pendidikan Sulbar, Arifuddin Toppo mengaku, pihaknya masih menunggu data dari GTT-PTT.

“Kami masih menunggu datanya. Tetapi sampai sekarang, belum ada data dari Forum GTT-PTT,”kata Arifuddin Toppo kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/10/2019).

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya tidak semena-mena memberikan SI jika yang dituju tidak sesuai dengan data dari tim lapangannya.

“Untuk honorer yang dianggap sudah PNS tapi masih di SK-kan, itu menjadi pertanyaan, waktu SK kepegawaiannya kapan keluar. Begitu juga dengan yang sudah meninggal, kapan dia meninggal?,”tanya Arifuddin Toppo.

“Kalau dia sudah mengabdi mulai Januari, berarti dia sudah ada hak. Begitu juga dengan yang sudah meninggal, jika satu minggu sebelum meninggal, masih sempat ketemu dengan tim verifikasi. Jadi, diantaranya itu, masih ada juga haknya,”sambungnya.

Arifuddin Toppo mengungkapkan, bahwa pada tahun 2018 setelah adanya SK lebih 4000 itu, pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan Kepala Sekolah se Sulbar.

“Jadi, 2018 setelah adanya SK lebih 4000 itu, kami melakukan rapat bersama Kepala-Kepala Sekolah penekanannya sudah ada dalam bentuk ditandatangani bahwa Kepala Sekolah tidak ada mengangkat GTT-PTT tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan Sulbar,”pungkas Arifuddin Toppo.

Lanjut Ia menjelaskan, setelah pihaknya melakukan verifikasi, SK yang dulunya lebih 4000 menjadi 3600.

“Jadi, makanya saya heran kalau dibilang ada SK siluman karena kalau ada silumannya, berarti ada yang baru masuk. Mana itu yang baru? Itu yang kita minta, tetapi sampai sekarang, belum ada,”tuturnya.

Terkait tindakan menyurat yang dilakukan Forum GTT-PTT ke DPRD Provinsi Sulbar, Arifuddin Toppo menanyakan, kenapa langsung menyebrang?

“Jangan hal yang secara tehnis bisa dikomunikasikan kita bisa selesaikan, justru dibawa ke ranah politik,”tutup Arifuddin Toppo.

(Eka/*)

Komentar