oleh

Jalan Kota Mamuju Rusak,Salihi Saleh; Akibat Bertambahnya Penduduk

-Mamuju-2 views

2enam,com, Mamuju :Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mamuju menjawab isu terkait adanya masyarakat yang membandingkan Infrastuktur jalan yang saat ini, dengan kondisi beberapa tahun yang lalu.

Hal tersebut di katakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Salihi Saleh saat ditemui di kantor Bupati Mamuju,Selasa(8/9/2020).

Ia mengungkapkan, Kabupaten Mamuju sebagai ibukota Provinsi Sulbar  pembangunananya cukup pesat ,sehingga menyebabkan intensitas kendaraan yang melintas dalam kota Mamuju cukup padat.

“Disamping Mamuju ini Ibukota Provinsi juga merupakan daerah tujuan pengembangan investasi.ASN yang bekerja di Pemerintahan baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten ini pertambahannya cukup pesat ,sehingga domisili masyarakat di Mamuju cukup tinggi dan mereka semua memiliki kendaraan,”kata Salihi.

Dari hal tersebut intensitas penggunaan pemanfaatan jalan yang dulunya kecil saat ini lebih besar karena daerah ini cukup berkembang.

“Memang tingkat kerusakan cukup tinggi karena akibat intensitas penggunaannya maupun bobot kendaraan yang melintas melebihi tonase yang seharusnya,” Ungkapnya.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa jalan yang ada di Mamuju pada umumnya yang masih berstatus kabupaten,dengan kondisi Kabupaten Mamuju sebagai ibukota Provinsi seharusnya dapat didukung berbagai sektor.

“Baik sektor balai jalan melalui APBN maupun dukungan provinsi karena kalau kita hanya mengandalkan APBD kabupaten dengan intensitas penggunaan jalan yang padat saya kira kewalahan anggaran,apalagi Mamuju ini harus mendanai 11 kecamatan.Mamuju juga ini di wajibkan untuk membenahi kota,”jelasnya.

“Salah satu contohnya yakni jembatan gedung keuangan di Jl Soekarno Hatta yang dulu belum sempit saat ini mendesak untuk di lebarkan karena kendaraan sudah antri cukup sempit dilewati secara berlawanan,”tambahnya.

Ia berharap dukungan anggaran baik dari APBN dapat memberikan dukungan kondisi kota Mamuju yang mengalami keterbatasan anggaran.

(MRz)

Komentar