oleh

Ipmapus Unjuk Rasa Di Kemenkumham Sulbar

2enam.com, Mamuju :  Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat (Sulbar) minta Kakanwil Kemenkumham Sulbar segera mencopot Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Polewali Mandar yang dinilai melalukan tindakan arogansi kepada bawahannya, Djaslifa.

“Kami sebagai keluarga tidak akan pernah menerima perlakuan dan sikap arogansi dari Kakanim Polman yang memperlakukan bawahannya tidak manusiawi,”kata koordinator aksi, Ahmad Zulkifli, Senin 19 Oktober 2020.

Ahmad menjelaskan bahwa kronologi kejadian tersebut berawal dari kegiatan pembagian masker oleh Darma Wanita Pengayoman Imigrasi Polman tanggal 24 Juli 2020 lalu.

“Saat itu, Djaslifa bermaksud ingin mengklarifikasi masalah yang terjadi di kantornya, namun tiba-tiba Kakanim Polman memukul meja, mencaci maki dan mengusir stafnya itu dengan cara kasar,”katanya.

Dari kejadian tersebut, kata Ahmad, pihak keluarga Djaslifa tidak menerima perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan Kakanim Polman itu.

“Kami sebagai keluarga tidak akan pernah menerima perlakuan dan sikap arogansi dari Kakanim Imigrasi Polman,”kata Ahmad.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Anwar mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memanggil Kakanim Polman untuk melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut.

“Kami juga sudah mengkoordinasikan masalah ini ke pusat,”kata Anwar.

Anwar juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kakanim Polman sudah berusaha meminta maaf kepada pihak keluarga Djaslifa.

“Kami sudah berusaha meminta maaf tetapi kami ditolak keluarga Djaslifa,”katanya.

Namun, kata Anwar, pihaknya akan tetap menindaklanjuti masalah tersebut. Dia berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Kami tinggal menunggu SK dari pusat dan kami juga akan mendesak supaya Kakanim Polman bisa dipindahkan,”kata Anwar.

Diketahui bahwa sebelumnya, Darma Wanita Pengayoman Imigrasi Polewali Mandar pada tanggal 24 Juli 2020 lalu, melakukan pembagian masker. Namun, pada pemberitaan dibeberapa media Djaslifa mendahului komentar Kakanim Polman sehingga menjadi polemik dan Djaslifa dinilai mencari panggung dalam kegiatan tersebut sehingga terjadi intimidasi terhadap suami Djaslifa yang juga merupakan pegawai dari Kanim Polman.

Tanggal 23 September 2020, Djaslifa bersama suaminya dengan maksud baik ingin mengklarifikasi permasalahan tersebut di ruangan Kakanim Polman. Namun selang beberapa menit, Kakanim Polman memukul meja dengan nada yang keras lalu mengusir Djaslifa dari ruangannya.

(3k4)

Komentar