oleh

Idris : Harus Ada Sinergi Antara Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat

2enam.com, Makassar : Rapat Koordinasi Pemantapan Pembangunan dan Grand Design Perkampungan Tangguh Bencana  dengan Konsep Kehidupan yang Layak berlangsung di Hotel Maleo Makassar, Senin, 24 Mei 2021

Pada rapat tersebut, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, mengharapkan adanya sinergitas serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan masyarakat.

“Harus ada sinergi serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan juga masyarakat setempat, karena apapun wujudnya masyarakat sekitar harus terlibat”ucap Idris

Idris juga mengungkapkan, pembangunan hunian baru perkampungan tangguh bencana tersebut menjadi sebuah prototipe, dalam mewujudkan perkampungan terintegrasi yang sangat ramah lingkungan, dan kedepannya bisa menjadi rujukan untuk membangun perkampungan-perkampungan tangguh bencana.

Masih kata Idris,   pembangunan tahap pertama bertempat di Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda, karena daerah tersebut melibatkan berbagai pihak dan institusi mulai dari pematangan lahan dan pembangunan hunian bantuan dari pemerintah provinsi.

“Semua butuh percepatan, dan ini merupakan komitmen kita bersama seluruh pihak yang terkait pembangunan hunian tangguh bencana,”tegas Idris

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Sulbar, Ince Rahmat  mengatakan , rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Sulbar di Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda dan Ahulean, di Kecamatan Malunda yang dilanjutkan dengan rapat tingkat provinsi dan Kabupaten Majene.

“Untuk sementara pembangunan kita fokuskan di satu kabupaten yaitu Kabupaten Majene, karena Kabupaten Mamuju yang terdampak parah berada di pusat kota. Oleh karena itu, kita masih menunggu lahan relokasi yang kemungkinan susah, sehingga kami dari Dinas Perumahan dan Permukiman mungkin akan membantu dalam hal perbaikan rumah,”kata Rahmat

Ia juga mengungkapkan, dana tersedia untuk pengalokasian sebesar 3 miliar, yang akan membangun hunian tahap pertama ebanyak 50  unit di Desa Kabiraan, dengan anggaran per satu unit rumah itu senilai 60 juta sesuai dengan standar satuan harga (SSH), yang diharapkan grand design rumah-rumah yang spesifik tahan gempa akan menjadi role model di Sulawesi Barat.

“Untuk itu, t pembangunan tahap awal ini kita bersama-sama mengharapkan sesuai dengan harapan sehingga di bulan depan kita sudah bisa action dan pada bulan Agustus nanti sudah bisa dihuni,”tutup Rahmat

Hadir dalam rapat tersebut beberapa pimpinan OPD Pemprov Sulbar terkait pembangunan hunian perkampungan tangguh bencana.

(deni)

Komentar