oleh

Hipmakar Unjuk Rasa Di Kantor Bupati

-Sulbar-1 views

2enam.com, Mamuju : Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalumpang Raya (Hipmakar) Sulbar, berunjuk rasa di kantor bupati. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan.

Mahasiswa tersebut meminta infrastruktur jalan di Kecamatan Kalumpang dan Bonehau diperbaiki. Menurutnya, masih banyak titik jalan belum tersentuh perhatian. Terutama jalan penghubung Kalumpang dan Boehau.

Koordinator Lapangan Hipmakar Sulbar, Aco Riswan mengatakan, warga Bonehau dan Kalumpang juga sangat membutuhkan bantuan pertanian, terutama bibit Jagung dan peralatan pertanian. Jagung merupakan komoditas utama warga Bonehau.

“Sampai hari ini masyarakat Bonehau dan Kalumpang masih samgat tertinggal, di anak tirikan,” kata Aco, dalam aksinya di kantor Bupati Mamuju, Senin 2 Maret.

Aco menekankan, Pemkab Mamuju seharusnya lebih memprioritaskan dua kecamatan tersebut. Di sektor pendidikan, Aco meminta supaya pemerintah melakukan pemerataan guru yang profesional dan mwminta suapaya sarana dan prasarana pendidikan di dua kecamatan itu dilengkapi.

“Seperti bangunan sekolah dan pengadan buku pelajaran,” ujar Aco.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengaku, menghargai aksi mahasiswa tersbut. Menurutnya, ada tiga status jalan di dua kecamaran itu. Jalan strategi nasional, jakan kabupaten dan jalan desa.

“Jalan strategi nasional dari Buttuada sampai Seko, tembusan Kabupaten Luwu Utara. Status jalan ini sudah lama ditingkatkan, harapan kami bisa dikerjakan di pusat dengan anggaran besar supaya bisa tembu di Luwu, begitu konsepnya,” jelas Habsi.

Habsi mengaku, Pemkab Mamuju selalu mengusul ke pusat dan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi agar jalan itu diperhatikan.

“Sejatinya kewenangan itu ada di gubernur. Kami hanya usulkan,’ ujar Habsi.

Namun, lanjt Habsi, Pemprov Sulbar juga telah meneken MoU dengan PT Hadji Kalla untuk membangun 48 jalan dan jembata serta saran dan prasarana lain di Kalumpang dan Bonehau.

“PLTA Karama milik PT Hadji Kalla di sana pemprov telah memberikan kepercayaan untuk mereka memperbaiki jalan dan jembatan,” beber Habsi.

Saat ini, lanjut Habsi, sekira sudah ada 13 titik jalan dan jembatan yang dibangun PT Hadji Kalla di sana. Pemkab juga telah merencanakan pembangunan dengan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah

“Mengenai bantuan pertanian, saya akui tidak semua barangkali petani mendapatkan. Kami masih berusaha untuk memaksimalkan itu. Tahun 2020 ini, banyak bibit jagung yang diserahkan ke masyarakat,” terang Habsi.

(4d3)

Komentar