oleh

Himbauan Polri Pengguna Media Sosial Agar Bijak

2enam, Jakarta, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Kombes Pol. Martinus Sitompul mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam menggunakan jejaring sosial.

Tulisan yang diposting di media sosial, tidak boleh fitnah, provokatif, menebar kebencian. Melalui tim Siber Polri, siap melacak akun-akun yang dianggap provokatif.

“Pasti kita akan tahu karena semakin canggih teknologi maka semakin mudah upaya pelacakan dan bisa mendapatkan informasi lebih awal membuat akun palsu. Kata kunci adalah  berhati-hati, waspada dan tetap menjadi orang Indonesia yang santun, ramah, saling membangun, saling mengingatkan, bukan saling menuding dan membuat orang lain tidak bersemangat,” kata Kombes Pol. Martinus Sitompul Rabu (3/8/2016).

Pengguna media sosial, kata Kombes Pol Martinus harus memperhatikan kaidah umum seperti kesopanan. Pengguna media sosial, yang cenderung provokatif, merugikan orang lain dan menebar kebencian maka akan dijerat dengan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal 27 menyebutkan ‘setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik’.

Selain itu, juga akan dijerat sesuai dengan surat edaran Kapolri yang mengatur tentang hate speech, atau ujaran kebencian.

Dia mencontohkan, Polda Metro Jaya berhasil membekuk pengguna media sosial karena tulisannya dianggap provokatif dalam kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

“Kasus tentang Tanjungbalai, mengajak membuat suasana seperti tahun 1998. Ini ajakan provokatif makanya kita harus bertindak tegas,” ujarnya. (kbrn*)

Komentar