oleh

Hewan Ternak Berkeliaran, Tanggung Jawab Siapa?

2enam.com, Mamuju : Jika hewan ternak seperti sapi dan kambing masih saja berkeliaran di dalam kota Mamuju, bisa dipastikan, Ibu Kota Sulbar ini tidak bakal meraih Piala Adipura.

Salah seorang warga di Kelurahan Rimuku, Adhe Junaedi Sholat, mengatakan, hewan ternak yang masih terus berkeliaran di dalam kota Mamuju meresahkan warga.

Menurutnya, persoalan ternak yang berkeliaran di dalam kota mengindikasikan jika Pemkab Mamuju melalaui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak serius menangani persoalan tersebut.

Padahal regulasi terkait penertiban hewan ternak sudah diatur bupati dalam sebuah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 34 tahun 2018, tentang penertiban hewan ternak. Dalam aturan tersebut, pemilik ternak bakal dikenakan sanksi berupa denda jika terbukti melanggar.

“Penerapan Perbup tidak maksimal. Satpol PP tidak tegas menindak pemilik ternak yang berkeliaran. Kalau mau optimal jangan pandang bulu. Jangan-jangan yang punya sapi itu malah pejabat,” sebut Adhe.

Munculnya hewan ternak di jalan-jalan menciderai slogan Mamuju Mapaccing. Selain karena kotorannya, hewan ternak terebut kerap kali menghambur sampah yang berada di tempat sampah. Paling penting, membahayakan pengendara sampah.

“Banyak hal yang buat kita jengkel karena hewan ternak. Bukan apanya, ini Mamuju, Ibu Kota Sulbar. Pusat pemerintahan di Sulbar. Mustahil mau dapat Adipura,” ujarnya

M4R10

Komentar