oleh

Gelar Vaksinasi Massal Sebagai Bentuk Ikhtiar

2enam.com, Mamuju : Rasa kemanusiaan yang selalu dijunjung teguh membuat kepedulian antar sesama pun terus meningkat. Membuat penanganan pandemi tak hanya dilakukan pemerintah daerah saja, tapi berbagai pihak turut andil. Salah satunya Muhammadiyah Mamuju.

Dengan mengandeng Biddokkes Polda Sulbar dan Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju), gebrakan Muhammadiyah Mamuju dalam menekan penularan Covid-19 bisa dilihat dari ikhtiar mereka untuk tetap bersama-sama dan konsisten melakukan upaya-upaya membantu pemerintah dalam menyudahi pandemi Covid-19.

Mulai dari terus mengampanyekan protokol kesehatan di setiap aktivitas sehari-hari hingga melakukan vaksinasi massal bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.

Muhammadiyah terus berkomitmen berkontribusi membantu pemerintah sejak awal pandemi. Semua lini di Muhammadiyah digerakkan baik itu tim respon, layanan dapur umum, layanan psikososial, penyemprotan desinfektan fasilitas umum, distribusi logistik, pemakaman, hingga percepatan vaksinasi.

Pada 14 Agustus, kemarin, Muhammadiyah Mamuju melaksanakan vaksinasi massal, di Masjid Fastabiqul Khairat, Mamuju. Vaksinasi tersebut sebagai ikhtiar yang dilakukan Muhammadiyah dalam menjaga kesehatan dan menekan penyebaran Covid-19.

Vaksinasi massal ini sebagai bukti pengabdian Muhammadiyah yang tak henti membangun bangsa ini. Mudah-mudahan kegiatan vaksinasi yang digelar dapat menanggulangi virus Covid-19 di Mamuju. Langkah yang diambil Muhammadiyah harus menjadi motivasi kepada pihak lain agar bersama-sama melaksanakan kegiatan vaksinasi.

“Kita gagas kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar, karena situasi saat ini yang sulit dan terjepit, sehingga bagaimana kita tetap menjaga imun,” kata Ketua Muhammadiyah Mamuju, Hasbullah.

Ia pun mengajak, warga persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk ikut serta dalam vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi bermanfaat untuk melindungi diri dan membantu pemerintah mengatasi pandemi.

Lebih jauh, ia mengatakan, usaha mencegah penularan Covid-19 merupakan bentuk ibadah yang bernilai jihad. Sebaliknya tindakan sengaja yang membawa pada risiko penularan merupakan tindakan zalim.

Kerja sama vaksinasi bersama Polri ini sudah dilaksanakan di lebih dari 20 provinsi di Indonesia. Muhammadiyah beranggapan jika pandemi bukan hanya kesehatan murni tapi banyak dampak yang ditimbulkan terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental, spiritual dan ekonomi.

Muhammadiyah sangat intens melaksanakan vaksinasi. Kontribusinya terhadap kesehatan dan pembangunan di Indonesia tak diragukan lagi. Keberadaan Muhammadiyah juga sangat diterima seluruh lapisan masyarakat sehingga tidak mengalami hambatan dalam proses vaksinasi.

Selain kepada masyarakat umum, vaksinasi tersebut juga menyasar para mahasiswa yang berkuliah di Unimaju. Alasannya karena agar perguruan tinggi bisa melaksanakan perkuliahan tatap muka, maka mahasiswa dan dosennya harus telah divaksin. Pihak Unimaju telah mulai mensosialisasikan agar semua mahasiswa mendapatkan vaksin Covid-19.

“Kegiatan ini kita vaksin dosen dan stafnya. Belum ada kepastian kapan tatap muka, tapi ketika sudah ada kepastian, tentu syaratnya sudah vaksin. Dngan ikhtiar tersebut pandemi bisa berkurang dan pelaksanaan kuliah bisa berjalan normal kembali,” sebut Plt Rektor Unimaju, Muchtar Baso.

Muchtar menambahkan, vaksinasi yang dilakukan merupakan ikhtiar bersama dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya melangsungkan vaksin kepada dosen, karyawan juga mahasiswa.

“Unimaju akan terus berupaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan vaksinasi ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut,” tutup Muchtar.

M4RI0

Komentar