Mamuju Dorong 408 Kegiatan Musrenbang Kabupaten

Mamuju, Sulbar18 views

2enam.com, Mamuju, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten, Pemerintah Kabupaten Mamuju mendorong 408 kegiatan hasil usulan musrenbang tingkat kecamatan. Ini disebutkan oleh kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappepan) Mamuju, Rakhmat Thahir pada kegiatan Musrenbang Daerah Kab. Mamuju tahun 2017 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018 di ruang pola Kantor Bupati Mamuju, Kamis 23 /03/ 2017.

Dikatakan 408 kegiatan tersebut merupakan hasil saringan dari 789 usulan kegiatan pada musrenbang kecamatan yang terakomodir dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beberapa waktu lalu.

“Dalam Forum OPD beberapa waktu lalu, lahir kesepahaman dengan para kepala OPD yaitu 408 kegiatan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja dan ini terbagi ke setiap OPD berdasarkan tupoksinya” jelas Rakhmat.

Sementara itu, Wakil Bupati Mamuju, H. Irwan SP. Pababari yang hadir membuka kegiatan Musrenbang Kabupaten Mamuju menyampaikan, dalam menyusun RKPD, dilakukan pengerucutan usulan kegiatan yang overload (kelebihan) dibanding dana yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Mamuju, dimana disesuaikan berdasarkan skala prioritas.

“Ada skala prioritas yang kita kerjakan. Diawal sudah ada rambu-rambu yang kita tetapkan bahwa infrastruktur, pertanian,pendidikan dan kesehatan ditambah dengan pengentasan kemiskinan menjadi prioritas kita. Jadi untuk para Kepala Desa mari  berbesar hati karena tidak semua usulan bisa kita penuhi.” Terang Irwan.

Terkait overloadnya kebutuhan masyarakat dibanding tersedianya dana, Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana menilai inilah peran penting sebuah perencanaan. Menurutnya, jika kebutuhan masyarakat lebih kecil dibanding dana yang tersedia maka kegiatan perencanaan tidak dibutuhkan lagi.

“Disini diharapkan ada sinkronisasi program baik lintas sektor maupun antar pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Mesti ada koordinasi, terjadi sinkronisasi sehingga tercipta efisiensi anggaran yang bisa berdaya guna bagi masyarakat.” Sebutnya.

Junda juga berpesan agar kegiatan musrenbang dilaksanakan dengan baik dan efisien sebab perencanaan adalah hal yang krusial dalam perumusan sebuah kebijakan publik. Menurutnya, kegagalan dalam perencanaan sama halnya merencanakan kegagalan. (Hms- DHL*)

Komentar